Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Hamas Tolak Syarat Israel Usir Pemimpin Keluar Gaza Demi Gencatan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Hamas Palestina menolak tawaran Israel yang mengizinkan petinggi kelompok perlawanan itu keluar dari Jalur Gaza. Tawaran itu diusulkan Israel dalam upaya negosiasi gencatan senjata dan pembebasan sandera.
Sumber yang mengetahui perundingan ini melaporkan Hamas dan Israel sudah sepakat soal prinsip-prinsip pembebasan sandera dan gencatan senjata. Namun, sumber itu memaparkan Hamas "secara mutlak" menolak tawaran Israel yang mengharuskan setidaknya enam petinggi kelompok itu keluar dari Jalur Gaza sebagai syarat perundingan.
Reuters, dua dari enam pemimpin yang diminta keluar Gaza itu itu yakni Yahya Sinwar dan Mohamed al-Deif. Mereka termasuk dalam daftar orang-orang yang harus dibunuh atau ditangkap Israel di Gaza.
Israel sebelumnya menawarkan kesepakatan gencatan senjata dengan imbalan pemimpin Hamas angkat kaki dari Gaza. Pembahasan ini telah didiskusikan di internal Israel sebanyak dua kali.
Dikutip Al Jazeera, sejumlah pejabat meyakini Hamas akan menolak usulan itu.
Respons terbaru Hamas juga muncul setelah ramai laporan yang menyebut Israel telah mengajukan tawaran terkait solusi di Palestina ke Mesir dan Qatar.
Usulan ini mencakup jeda pertempuran dua bulan, pembebasan seluruh sandera secara bertahap, warga Gaza utara yang mengungsi bisa kembali ke rumah, dan lebih banyak bantuan masuk.
Namun, di kesempatan terpisah Hamas menegaskan ingin agresi Israel di Gaza betul-betul berakhir, bukan cuma jeda pertempuran.
Hamas juga sempat mengajukan tawaran penarikan total pasukan Israel dan mengakui kelompok ini sebagai pemerintahan di Jalur Gaza.
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak persyaratan itu. Dia menilai tawaran tersebut menyia-nyiakan usaha pasukan Zionis selama ini.
Agresi Israel di Gaza dimulai sejak 7 Oktober. Imbas serangan mereka, lebih dari 25.000 jiwa di Palestina meninggal.
Israel juga menyerang fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, hingga kamp pengungsian.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan