Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Hasto Pastikan Menteri PDIP Tak Akan Mundur dari Kabinet Jokowi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto memastikan para menteri asal partainya tak akan mundur dari kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Pilpres 2024.
Hasto menegaskan, para menteri dari PDIP akan tetap bertahan di kursinya hingga era kepresidenan Jokowi berakhir.
"Ya tentu saja (tetap di kabinet)," kata Hasto di Taman Budaya Yogyakarta, Rabu (24/1) malam.
Hasto meyakinkan, para menteri PDIP akan fokus bekerja hingga akhir masa jabatan demi stabilitas politik, mengantisipasi pihak-pihak yang mencari keuntungan dalam kekisruhan.
"Menteri-menteri dari PDI Perjuangan fokus, agar apa? Agar tidak ada instabilitas politik. Agar tidak ada pihak-pihak ketiga yang mengail di air keruh," ujarnya.
Dia tak menghendaki kemelut imbas menteri mengundurkan diri secara berjamaah seperti peristiwa yang terjadi pada era kepresidenan Soeharto 25 tahun lalu kembali terulang. Ia juga menekankan bahwa pemerintahan adalah urusan kebangsaan.
"Jadi, berpolitik ini harus melihat kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Kita lihat zaman Pak Harto ketika situasi politik diwarnai dengan mundurnya secara massal menteri kemudian menciptakan instabilitas politik, terlebih ketika benih-benih gerakan mahasiswa itu sudah ada," imbuhnya.
Politikus PDIP, Deddy Yevry Sitorus sebelumnya mengakui ada pembahasan di kalangan para menteri termasuk dari partainya untuk mengambil opsi mundur dari kabinet Jokowi jelang Pilpres 2024.
Pernyataan itu disampaikan Deddy sekaligus merespons pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD, yang memastikan akan mundur pada waktu yang tepat.
"Kalau menteri-menteri PDIP, yang lain, juga menteri senior, yang isunya saya dengar lama sudah banyak yang mempertimbangkan atau konsultasi sesama mereka, atau dengan pihak-pihak lain apakah mereka baiknya mundur," kata Deddy saat dihubungi, Rabu (24/1).
Namun, bagi PDIP, kata Deddy, pihaknya juga masih mempertimbangkan untuk terus bersama membantu Presiden hingga akhir masa jabatan. Menurut dia, terlepas dinamika politik yang berkembang, pemerintahan adalah urusan kebangsaan.
Deddy lebih lanjut mengakui, bahwa keputusan Mahfud untuk mundur di waktu yang tepat telah dibahas di internal partai pengusung Ganjar-Pranowo Mahfud MD. Menurut dia, Mahfud tak ingin keputusannya untuk mundur dengan meninggalkan pekerjaan dan tanggung jawab.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan