Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Menang di Carolina Selatan, Peluang Lawan Biden Kian Terbuka
BERITABALI.COM, DUNIA.
Donald Trump memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Republik di negara bagian Carolina Selatan, Sabtu (24/2).
Trump mengalahkan rivalnya, Nikki Haley, di wilayah tempat Haley menjabat sebagai gubernur pada 2011-2017 silam.
Associated Press menyatakan Trump sebagai pemenang usai jajak pendapat ditutup di seluruh South Carolina pada pukul 19.00 malam waktu setempat.
Pengumuman pemenang ini berdasarkan analisis APVoteCast, sebuah survei komprehensif terhadap pemilih Partai Republik South Carolina. Survei ini mengonfirmasi temuan jajak pendapat sebelum hari pemilihan yang menunjukkan suara Trump jauh melampaui Haley di seluruh negara bagian itu.
"Saya belum pernah melihat Partai Republik begitu bersatu seperti sekarang," kata Trump saat naik ke panggung untuk pidato, seperti dikutip Associated Press, Minggu (25/2).
Kemenangan di South Carolina secara historis menunjukkan siapa calon presiden yang diusung dari Partai Republik. Semua pemenang pemilihan pendahuluan di negara bagian ini menjadi calon presiden dari Partai Republik. Satu-satunya yang tidak hanyalah Newt Gingrich pada 2012.
Suara Trump mendominasi seluruh South Carolina, bahkan menjadi yang paling banyak di Lexington County, wilayah yang diwakili Haley di badan legislatif negara bagian itu.
Merespons ini, Haley menyatakan tak akan mundur dan akan terus bersaing setidaknya di pemilihan pendahuluan 5 Maret mendatang.
Karena hasil ini, kontestasi pemilihan presiden (pilpres) antara Trump dan Presiden Joe Biden pun kini semakin tak terelakkan. Terlebih Trump juga telah memenangkan kontestasi di Iowa, New Hampshire, Nevada, dan Kepulauan Virgin.
Potensi Trump berhadapan dengan Biden mengingatkan kembali pada Pilpres AS 2020 kala kedua tokoh tersebut berdebat panas demi mendulang suara.
Trump dan sekutunya saat ini mencoba menyerang Biden dengan menyebut AS menjadi lebih lemah di bawah pemerintahan Biden, contohnya karena menarik diri dari Afghanistan.
Trump juga berulang kali menyerang Biden atas inflasi tinggi di awal masa jabatan sang presiden serta penanganan tak tegas Biden atas masuknya migran besar-besaran di perbatasan AS-Meksiko.
Biden sementara itu telah memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di South Carolina awal bulan ini. Ia cuma berhadapan dengan satu pesaing yakni Dean Phillips, anggota kongres Partai Demokrat untuk Minnesota.
Phillips cuma punya sedikit peluang untuk benar-benar mengalahkan presiden berusia 81 tahun tersebut.
Kendati begitu, di penghujung pemerintahannya kini, Biden justru menerima gelombang kritik terutama karena dukungannya terhadap Israel dalam invasi di Jalur Gaza.
Invasi Israel di Gaza bisa merusak peluang kemenangan Biden di negara-negara bagian seperti Michigan, yang merupakan rumah bagi populasi Arab Amerika yang cukup besar.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan