Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Trump Menang di Carolina Selatan, Peluang Lawan Biden Kian Terbuka
BERITABALI.COM, DUNIA.
Donald Trump memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Republik di negara bagian Carolina Selatan, Sabtu (24/2).
Trump mengalahkan rivalnya, Nikki Haley, di wilayah tempat Haley menjabat sebagai gubernur pada 2011-2017 silam.
Associated Press menyatakan Trump sebagai pemenang usai jajak pendapat ditutup di seluruh South Carolina pada pukul 19.00 malam waktu setempat.
Pengumuman pemenang ini berdasarkan analisis APVoteCast, sebuah survei komprehensif terhadap pemilih Partai Republik South Carolina. Survei ini mengonfirmasi temuan jajak pendapat sebelum hari pemilihan yang menunjukkan suara Trump jauh melampaui Haley di seluruh negara bagian itu.
"Saya belum pernah melihat Partai Republik begitu bersatu seperti sekarang," kata Trump saat naik ke panggung untuk pidato, seperti dikutip Associated Press, Minggu (25/2).
Kemenangan di South Carolina secara historis menunjukkan siapa calon presiden yang diusung dari Partai Republik. Semua pemenang pemilihan pendahuluan di negara bagian ini menjadi calon presiden dari Partai Republik. Satu-satunya yang tidak hanyalah Newt Gingrich pada 2012.
Suara Trump mendominasi seluruh South Carolina, bahkan menjadi yang paling banyak di Lexington County, wilayah yang diwakili Haley di badan legislatif negara bagian itu.
Merespons ini, Haley menyatakan tak akan mundur dan akan terus bersaing setidaknya di pemilihan pendahuluan 5 Maret mendatang.
Karena hasil ini, kontestasi pemilihan presiden (pilpres) antara Trump dan Presiden Joe Biden pun kini semakin tak terelakkan. Terlebih Trump juga telah memenangkan kontestasi di Iowa, New Hampshire, Nevada, dan Kepulauan Virgin.
Potensi Trump berhadapan dengan Biden mengingatkan kembali pada Pilpres AS 2020 kala kedua tokoh tersebut berdebat panas demi mendulang suara.
Trump dan sekutunya saat ini mencoba menyerang Biden dengan menyebut AS menjadi lebih lemah di bawah pemerintahan Biden, contohnya karena menarik diri dari Afghanistan.
Trump juga berulang kali menyerang Biden atas inflasi tinggi di awal masa jabatan sang presiden serta penanganan tak tegas Biden atas masuknya migran besar-besaran di perbatasan AS-Meksiko.
Biden sementara itu telah memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di South Carolina awal bulan ini. Ia cuma berhadapan dengan satu pesaing yakni Dean Phillips, anggota kongres Partai Demokrat untuk Minnesota.
Phillips cuma punya sedikit peluang untuk benar-benar mengalahkan presiden berusia 81 tahun tersebut.
Kendati begitu, di penghujung pemerintahannya kini, Biden justru menerima gelombang kritik terutama karena dukungannya terhadap Israel dalam invasi di Jalur Gaza.
Invasi Israel di Gaza bisa merusak peluang kemenangan Biden di negara-negara bagian seperti Michigan, yang merupakan rumah bagi populasi Arab Amerika yang cukup besar.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1977 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun