Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Hamas: Gencatan Senjata Dalam 24 Jam Asal Israel Penuhi Tuntutan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kelompok Hamas Palestina menegaskan gencatan senjata di Jalur Gaza bisa diterapkan dalam 24 jam sampai 48 jam ke depan jika Israel memenuhi syarat yang diajukan.
Seorang pejabat senior Hamas membeberkan bahwa sejumlah syarat telah diajukan kelompoknya dalam perundingan yang tengah berlangsung saat ini terkait gencatan senjata.
"Jika Israel setuju dengan tuntutan-tuntutan Hamas, termasuk repatriasi warga Palestina ke utara Gaza dan peningkatan bantuan kemanusiaan, itu akan membantu memudahkan jalan menuju gencatan senjata dalam 24 jam sampai 48 jam ke depan," ucap pejabat itu kepada AFP pada Minggu (3/3).
Israel dan Hamas disebut selangkah lagi menuju kesepakatan gencatan senjata selama enam pekan di Jalur Gaza Palestina.
Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengatakan Israel telah menyepakati usulan gencatan senjata yang telah dirundingkan dalam beberapa waktu terakhir.
Perjanjian tersebut mempertimbangkan penghentian pertempuran selama enam minggu dan dapat segera diterapkan jika Hamas setuju membebaskan sandera paling rentan yang masih mereka tahan.
Pejabat itu menuturkan gencatan senjata diharapkan bisa dimulai 10 Maret mendatang.
"Israel kurang lebih sudah menerimanya (usulan perundingan gencatan senjata)," kata pejabat AS yang mengetahui soal perundingan tersebut.
Menurut pejabat AS itu, saat ini bola ada di kubu Hamas.
Upaya gencatan senjata ini semakin digencarkan menyusul umat Muslim, terutama di Jalur Gaza Palestina, yang akan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
"Gencatan senjata akan berlangsung selama enam minggu di Gaza mulai hari ini jika Hamas setuju untuk melepaskan kategori sandera yang rentan... yaitu orang sakit, orang yang terluka, orang lanjut usia dan wanita," kata pejabat pemerintah tersebut.
Masih ada 130 sandera yang ditahan Hamas sejak serangan 7 Oktober lalu. Sebanyak 31 orang di antaranya diperkirakan tewas imbas pertempuran Hamas dan Israel di Gaza saat operasi pembebasan.
Pejabat AS itu juga menuturkan gencatan senjata memungkinkan peningkatan pemberian bantuan ke Jalur Gaza.
Dikutip Reuters, para mediator yakni Qatar, Mesir, dan AS diperkirakan akan berkumpul kembali di Kairo hari ini, Minggu (3/3) untuk membantu menengahi Israel-Hamas demi merealisasikan gencatan senjata.
Delegasi Israel dan Hamas diperkirakan akan tiba di Kairo hari ini, menurut dua sumber keamanan Mesir.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun