Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Filipina Tuduh China Kembali Tembakkan Meriam Air di LCS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Militer Filipina menuduh penjaga pantai China menembakkan meriam air ke kapal pengirim pasokan di sekitar Laut Cina Selatan (LCS) yang tengah diperebutkan.
Penembakan itu dilaporkan terjadi pada Sabtu (23/3) pagi.
Militer Filipina mengatakan konfrontasi berlangsung selama hampir satu jam. Adapun insiden itu terjadi saat Militer Filipina berupaya memasok logistik kepada tentara yang ditempatkan di kapal angkatan laut yang terlantar, Sierra Madre.
Dilansir Al Jazeera, Militer Filipina juga merilis klip video yang menunjukkan sebuah kapal putih bertanda 'Penjaga Pantai Tiongkok' melintasi haluan kapal abu-abu yang diidentifikasi sebagai kapal pasokan Filipina Unaizah.
"Kapal pemasok UM4 mengalami kerusakan parah sekitar pukul 08:52 (00:52 GMT) akibat ledakan meriam air yang terus menerus dari kapal CCG," kata militer dalam sebuah pernyataan tanpa merinci kerusakan yang terjadi.
Kapal pengawal Penjaga Pantai Filipina kemudian mencapai kapal yang rusak tersebut 'untuk memberikan bantuan'.
Kejadian ini disebut tak hanya sekali terjadi. Kapal Unaizah 4 Mei sebelumnya juga sempat rusak akibat serangan meriam air Penjaga Pantai Tiongkok di Second Thomas Shoal awal bulan ini. Kapal itu dikawal oleh dua kapal penjaga pantai Filipina dan dua kapal Angkatan Laut Filipina.
Juru Bicara Penjaga Pantai Filipina Komodor Jay Tarriela dalam pernyataan terpisah menyebut salah satu kapal pengawal, BRP Cabra, 'dihalangi dan dikepung' oleh tiga kapal penjaga pantai Tiongkok dan kapal lainnya pada Sabtu pagi.
Filipina pun menilai China menunjukkan pengabaian terhadap Konvensi Peraturan Internasional untuk Mencegah Tabrakan di Laut (COLREGS).
Sementara itu, Juru Bicara Penjaga Pantai China Gan Yu mengatakan bahwa konvoi Filipina secara paksa menyusup ke wilayah tersebut meskipun China telah berulang kali memberikan peringatan dan pengendalian rute.
Yu juga menegaskan mereka telah memberikan peringatan bahwa Tiongkok melakukan 'kontrol, penghalangan, dan penggusuran sesuai dengan hukum'.
China mengklaim hampir seluruh wilayah Laut Cina Selatan meski pengadilan internasional pada 2016 menemukan sembilan garis putus-putus yang menjadi dasar klaim Beijing tidak berdasar.
Di sisi lain, Filipina mengklaim wilayah laut di sekitar pantainya seperti halnya Brunei, Malaysia, dan Vietnam.
Manila kemudian kembali memperkuat hubungan militernya dengan Amerika Serikat (AS) sekutu lamanya, karena situasi yang semakin tegang.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga mengunjungi Filipina pekan lalu dan menekankan komitmen AS terhadap Manila sangat kuat.
Kendati AS tidak mengklaim perairan strategis tersebut, namun mereka telah mengirimkan kapal angkatan lautnya untuk melakukan misi transit melalui jalur air tersebut dalam aktivitas yang mereka sebut sebagai operasi 'kebebasan navigasi' yang kemudian dikritik oleh China.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan