Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Singapura Minta Kedubes Israel Hapus Unggahan Yang Singgung Palestina
beritabali.com/cnnindonesia.com/Singapura Minta Kedubes Israel Hapus Unggahan Yang Singgung Palestina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Singapura meminta Kedutaan Besar Israel di Singapura untuk menghapus sebuah unggahan di Facebook, karena berisi pernyataan yang "sama sekali tidak dapat diterima" tentang Palestina.
Pada Minggu (24/3), akun Facebook resmi Kedubes Israel di Singapura mengunggah postingan berisi klaim yang membandingkan penyebutan Israel dan Palestina dalam Al Qur'an.
Postingan tersebut berbunyi: "Israel disebutkan 43 kali dalam Al Qur'an. Sebaliknya, Palestina tidak disebutkan satu kali pun."
"Setiap bukti arkeologi seperti peta, dokumen, koin, menghubungkan tanah Israel dengan orang-orang Yahudi sebagai penduduk asli tanah tersebut," lanjut unggahan di Facebook Kedubes Israel, dilansir dari Channel News Asia.
Unggahan itu kemudian dihapus pada hari yang sama.
Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam., mengatakan dia sangat kesal mengetahui soal unggahan tersebut.
Kemendagri langsung memberi tahu Kementerian Luar Negeri, yang kemudian meminta Kedubes Israel menghapus unggahan itu.
"Unggahan tersebut salah dalam banyak hal. Pertama, hal ini tidak sensitif dan tidak pantas. Hal ini berisiko merusak keselamatan, keamanan, dan keharmonisan kita di Singapura," ujar Shanmugam.
"Kami menjaga keselamatan semua orang di Singapura, mayoritas dan minoritas, termasuk Yahudi dan Muslim," imbuhnya.
Menurutnya, unggahan semacam itu bisa menyulut ketegangan dan dapat membahayakan komunitas Yahudi di Singapura.
"Kemarahan dari postingan tersebut meluas ke ranah fisik," kata dia.
Shanmugam menegaskan pemerintah Singapura telah menyampaikan pandangannya mengenai unggahan itu dengan "sangat jelas" kepada Kedutaan Israel.
"Adalah salah jika secara efektif menunjuk pada teks-teks agama, untuk menyampaikan maksud politik. Yang lebih buruk lagi, dalam situasi saat ini, jika Kedubes Israel menggunakan Al Qur'an untuk tujuan tersebut," ujarnya.
Shanmugam menekankan bahwa pemerintah tidak melakukan intervensi atas unggahan tersebut, namun karena adanya potensi konsekuensi bagi berbagai komunitas di Singapura.
"Mereka mempunyai hak otonomi. Namun jika hal itu berdampak pada keselamatan dan keamanan masyarakat di Singapura, perdamaian dan keharmonisan yang kita nikmat, kami lakukan dan kami akan melakukan intervensi," ungkapnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan