Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Singapura Minta Kedubes Israel Hapus Unggahan Yang Singgung Palestina
beritabali.com/cnnindonesia.com/Singapura Minta Kedubes Israel Hapus Unggahan Yang Singgung Palestina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Singapura meminta Kedutaan Besar Israel di Singapura untuk menghapus sebuah unggahan di Facebook, karena berisi pernyataan yang "sama sekali tidak dapat diterima" tentang Palestina.
Pada Minggu (24/3), akun Facebook resmi Kedubes Israel di Singapura mengunggah postingan berisi klaim yang membandingkan penyebutan Israel dan Palestina dalam Al Qur'an.
Postingan tersebut berbunyi: "Israel disebutkan 43 kali dalam Al Qur'an. Sebaliknya, Palestina tidak disebutkan satu kali pun."
"Setiap bukti arkeologi seperti peta, dokumen, koin, menghubungkan tanah Israel dengan orang-orang Yahudi sebagai penduduk asli tanah tersebut," lanjut unggahan di Facebook Kedubes Israel, dilansir dari Channel News Asia.
Unggahan itu kemudian dihapus pada hari yang sama.
Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam., mengatakan dia sangat kesal mengetahui soal unggahan tersebut.
Kemendagri langsung memberi tahu Kementerian Luar Negeri, yang kemudian meminta Kedubes Israel menghapus unggahan itu.
"Unggahan tersebut salah dalam banyak hal. Pertama, hal ini tidak sensitif dan tidak pantas. Hal ini berisiko merusak keselamatan, keamanan, dan keharmonisan kita di Singapura," ujar Shanmugam.
"Kami menjaga keselamatan semua orang di Singapura, mayoritas dan minoritas, termasuk Yahudi dan Muslim," imbuhnya.
Menurutnya, unggahan semacam itu bisa menyulut ketegangan dan dapat membahayakan komunitas Yahudi di Singapura.
"Kemarahan dari postingan tersebut meluas ke ranah fisik," kata dia.
Shanmugam menegaskan pemerintah Singapura telah menyampaikan pandangannya mengenai unggahan itu dengan "sangat jelas" kepada Kedutaan Israel.
"Adalah salah jika secara efektif menunjuk pada teks-teks agama, untuk menyampaikan maksud politik. Yang lebih buruk lagi, dalam situasi saat ini, jika Kedubes Israel menggunakan Al Qur'an untuk tujuan tersebut," ujarnya.
Shanmugam menekankan bahwa pemerintah tidak melakukan intervensi atas unggahan tersebut, namun karena adanya potensi konsekuensi bagi berbagai komunitas di Singapura.
"Mereka mempunyai hak otonomi. Namun jika hal itu berdampak pada keselamatan dan keamanan masyarakat di Singapura, perdamaian dan keharmonisan yang kita nikmat, kami lakukan dan kami akan melakukan intervensi," ungkapnya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2504 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun