Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Tajikistan Geger Rusia Tangkap Pelaku Penembakan di Moskow
BERITABALI.COM, DUNIA.
Publik Tajikistan geger usai Rusia mengidentifikasi empat pelaku penembakan massal di Moskow, Rusia, yang ditangkap merupakan warga negaranya.
Kabar tersebut membuat publik negara bekas Uni Soviet itu khawatir akan berdampak pada kehidupan bermasyarakat.
"Ini adalah tragedi besar bagi negara kami," ucap seorang seniman Daniel Rustamov kepada AFP di ibu kota Dushanbe, pada Selasa (26/3).
Rustamov khawatir akan warga Tajikistan yang tinggal di Rusia berpotensi mendapatkan tindakan diskriminatif imbas peristiwa tersebut.
Terlebih, sekitar satu juta warga Tajikistan melakukan perjalanan ke Rusia hampir setiap tahunnya untuk berbagai hal.
Pasalnya, tersangka yang terlibat pada penembakan massal itu terafiliasi dalam Negara Islam Khorasan (ISIS-K) yang bercabang di Afghanistan timur.
Menjadi kambing hitam aksi teror
Presiden Tajikistan Emomali Rahmon menyampaikan pernyataannya bahwa ia mendukung Rusia dalam upayanya memerangi terorisme.
"Rakyat Tajik mendukung persaudaraan (dengan) rakyat Rusia, teroris tidak memiliki kewarganegaraan" ucap Rahmon dalam sebuah pesan resmi yang disiarkan oleh media Tajikistan.
Rahmon juga menyoroti bahwa negaranya kerap menjadi kambing hitam karena keterlibatan dari kelompok radikal itu. Namun, ia menegaskan bahwa Tajikistan telah mengambil tindakan untuk menindak tegas fundamentalisme agama, seperti larangan bagi perempuan yang mengenakan hijab.
Pemerintah Tajikistan telah berkomitmen untuk memerangi kelompok jihad yang diklaim sebagai ISIS usai Taliban berkuasa di Afghanistan pada 2021. Mereka khawatir pengaruh ideologi radikalnya dapat mengancam kedaulatan Tajikistan.
Meskipun begitu, Rahmon tak menutup mata bahwa sejumlah 2.300 warga negaranya telah bergabung dengan ISIS sejak 2015.
"Selama tiga tahun terakhir, 24 warga kami telah melakukan aksi teroris di 10 negara," ujarnya.
Dushanbe juga pernah menyoroti terdapat peningkatan aktivitas jihadis di sepanjang 1.375 kilometer perbatasannya dengan Afghanistan.
Tahun lalu, otoritas Tajikistan mengumumkan bahwa mereka telah menembak mati lima tersangka yang diduga berasal dari kelompok Jamaat Ansarullah di perbatasan Afghanistan. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan