Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Usai Gebuk Perompak Somalia, AL India Bebaskan Kapal Iran Yang Dibajak
beritabali.com/cnnindonesia.com/Usai Gebuk Perompak Somalia, AL India Bebaskan Kapal Iran Yang Dibajak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Angkatan Laut India membebaskan kapal penangkap ikan Iran yang dibajak oleh sembilan perompak bersenjata di Laut Arab pada Jumat (29/3).
Melalui pernyataan Angkatan Laut India menyatakan personelnya berhasil menyelamatkan seluruh 23 awak kapal ikan Iran yang merupakan warga Pakistan tanpa cedera dari insiden tersebut.
Kapal penangkap ikan, Al-Kambar 786, berada di barat daya pulau Socotra Yaman pada 28 Maret ketika dilaporkan dibajak oleh perompak.
Lalu, kapal itu dicegat oleh INS Sumedha dan INS Trishul, yang menyebabkan "lebih dari 12 jam tindakan taktis koersif yang intens" memaksa para perompak untuk menyerah, kata angkatan laut India.
"Tim spesialis Angkatan Laut India saat ini melakukan sanitasi kapal menyeluruh dan pemeriksaan kelayakan laut terhadap penangkap ikan tersebut untuk mengawalnya ke daerah aman untuk melanjutkan aktivitas penangkapan ikan secara normal," kata pernyataan AL India seperti dikutip Reuters.
Menurut laporan militer, AL India telah merespons 18 insiden, mengerahkan 21 kapal, dan 5.000 personel secara bergilir, hingga mengangkut dan menyelidiki lebih dari 1.000 kapal sejauh ini.
Belum lama ini, sejumlah pakar memuji pasukan khusus AL India memiliki kehebatan sekelas dunia usai sukses melakukan misi penyelamatan kapal dan sandera dari para perompak Somalia akhir pekan lalu.
Dilansir dari CNN, anggota Council on Foreign Relations International Affairs, John Bradford, mengatakan keberhasilan operasi AL India menunjukkan kekuatan mereka sebagai "kekuatan kelas atas dalam hal pelatihan, komando, dan kontrol, serta kemampuan lainnya."
"Apa yang membuat operasi ini mengesankan adalah bagaimana risiko diminimalkan dengan menggunakan kekuatan terkoordinasi yang mencakup penggunaan kapal perang, drone, pesawat sayap tetap dan putar, serta pasukan komando laut," kata Bradford.
Dalam beberapa waktu terakhir, pembajakan dan sabotase di perairan Teluk Arab hingga Laut Merah sering terjadi.
Tak hanya milisi Houthi di Yaman, beberapa kelompok perompak juga tengah memanfaatkan situasi di Timur Tengah untuk menggencarkan misi pembajakan sejak November lalu.
Insiden ini pun meningkatkan biaya asuransi dan keamanan serta menambah krisis bagi perusahaan pelayaran dan logistik global. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan