Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Beda Data Dengan BPS, Pemkab Sebut Warga Miskin di Karangasem Kurang Dari 500 Jiwa
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Jumlah penduduk miskin di Karangasem terus bertambah. Bahkan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini terjadi peningkatan sekitar tiga ribu lebih penduduk miskin di Gumi lahar.
Seperti terungkap dalam catatan strategis dewan terhadap Laporan keterangan pertanggungjawaban atau LKPJ Bupati Karangasem tahun 2023 lalu. Disana disebutkan bahwa pascapandemi Covid 19, jumlah penduduk miskin karangasem melesat di angka 27.830 jiwa hingga akhir tahun 2023 ini.
Pada tahun 2020, jumlah penduduk miskin di Karangasem sekitar 24.690 jiwa, jika melihat jumlah tersebut maka dalam kurun waktu 3 tahun terjadi peningkatan penduduk miskin sekitar 3.140 jiwa. Dengan akumulasi penambahan rata-rata setiap satu tahun ada penambahan sekitar seribu jiwa penduduk miskin di Karangasem.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk di Kabupaten Karangasem hingga akhir tahun 2023 mencapai 533.742 jiwa. Dengan melihat perbandingan jumlah penduduk tersebut maka persentase kemiskinan di Karangasem mencapai 6.56 persen.
"Penduduk yang disebut masuk ke dalam garis kemiskinan yaitu penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Rp. 404.083, hingga akhir tahun 2023 ada sebanyak 27,83 ribu orang atau sekitar 6,56 persen dari jumlah penduduk karangasem masuk kategori miskin," kata Kepala Badan Pusat Statiatik Karangasem, I Ketut Mondai dihubungi, Selasa (2/4/2024).
Dengan capaian persentase kemiskinan di angka 6,56 persen, praktis mengantarkan Kabupaten Karangasem menjadi Kabupaten dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Bali pada tahun 2023.
Dikatakan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi angka kemiskinan di Karangasem. Melihat karakteristik penduduk miskin di karangasem, kebanyakan penduduk miskin bekerja di sektor pertanian dengan upah atau hasil yang kecil.
Selain itu, penduduk miskin yang bekerja di luar pertanian, upahnya juga belum mampu untuk mendorong mereka keluar dari garis kemiskinan.
Sementara itu, data berbeda disampaikan oleh Kepala Bapelitbangda Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa. Menurutnya, persentase kemiskinan di Karangasem saat ini hanya tersisa 0,08 persen atau jika dihitung dari jumlah penduduk Karangasem sebanyak 533.742 jiwa maka jumlah penduduk miskin di Karangasem berjumlah di bawah 500 jiwa.
"Target kita tahun 2024, Karangasem mengarah ke 0 persen penduduk miskin. Sekarang persentase angka kemiskinan Karangasem berada di 0,08 persen, sesuai kesepakatan kemenko PMK, daerah yang diberikan kewenangan untuk mengeluarkan angka kemiskinan termasuk angka kemisinan ekstrem," ungkap mantan Kadis PUPR ini.
Ditanya kenapa data anatara pihaknya dengan BPS berbeda, menurut Sutirtayasa angka tersebut tergantung dari metode yang dipakai. BPS, menurutnya menggunakan dasar Regsosek. Namun berbeda dengan pihaknya yang menerapkan metode pendekatannya dengan melakukan ferivali megacu data yang dikeluarkan dan diakui Kementria Koordinator Perekonomian.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan