Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Iran Serang Israel, Saudi-Kuwait Ogah Fasilitasi Serangan Balasan AS
beritabali.com/cnnindonesia.com/Iran Serang Israel, Saudi-Kuwait Ogah Fasilitasi Serangan Balasan AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Negara-negara Teluk di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirate Arab (UEA), Oman dan Kuwait mendesak Amerika Serikat (AS) tidak menggunakan pangkalan militer AS yang berada di wilayah mereka untuk melakukan serangan balasan ke Iran.
Seorang sumber pejabat senior AS dikutip dari Middle East Eye (MEE) menjelaskan negara-negara Timur Tengah sedang 'bekerja keras' untuk menutup jalur yang dapat menghubungkan mereka dengan pembalasan AS terhadap Iran dari pangkalan di dalam negara mereka.
Arab Saudi cs juga berupaya mencegah pesawat tempur AS terbang di atas wilayah udara mereka jika AS tetap ngotot melakukan serangan balasan terhadap Iran.
Dikabarkan AS telah menghabiskan waktu puluhan tahun berinvestasi di pangkalan militer di negara-negara Timur Tengah.
Seorang pejabat dan mantan pejabat AS menjelaskan pangkalan udara di negara-negara Timur Tengah menjadi landasan peluncuran paling nyaman bagi AS untuk melawan Iran lantaran jaraknya dekat dengan Iran.
Keengganan negara-negara Timur Tengah ini telah mempersulit persiapan AS ketika sedang berperang dalam menanggapi potensi serangan Iran terhadap Israel. Pejabat dan mantan pejabat AS telah meyakini serangan akan segera terjadi, seperti yang telah dilaporkan sebelumnya di tempat lain.
"Ini kacau," kata seorang pejabat senior AS kepada Middle East Eye.
AS memiliki kurang lebih 40.000 tentara di Timur Tengah. Mayoritas berada di negara-negara Teluk yang kaya minyak, dan berpangkalan di serangkaian pangkalan udara dan angkatan laut yang strategis.
Sebelum serangan Iran ke Israel, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sempat menyerukan negara-negara dunia ikut mendesak Israel untuk menghentikan aksi brutal terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Pernyataan Raja Salman muncul dalam pidato yang dibacakan Menteri Media Saudi Salman Al Dosari menjelang Ramadan, Minggu (10/3).
Tak hanya Saudi, Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) juga sempat mengutuk rencana tentara Israel untuk menyerang Rafah, yang berada di selatan Jalur Gaza pada Sabtu (10/2) lalu. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun