Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Iran Serang Israel, Saudi-Kuwait Ogah Fasilitasi Serangan Balasan AS
beritabali.com/cnnindonesia.com/Iran Serang Israel, Saudi-Kuwait Ogah Fasilitasi Serangan Balasan AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Negara-negara Teluk di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirate Arab (UEA), Oman dan Kuwait mendesak Amerika Serikat (AS) tidak menggunakan pangkalan militer AS yang berada di wilayah mereka untuk melakukan serangan balasan ke Iran.
Seorang sumber pejabat senior AS dikutip dari Middle East Eye (MEE) menjelaskan negara-negara Timur Tengah sedang 'bekerja keras' untuk menutup jalur yang dapat menghubungkan mereka dengan pembalasan AS terhadap Iran dari pangkalan di dalam negara mereka.
Arab Saudi cs juga berupaya mencegah pesawat tempur AS terbang di atas wilayah udara mereka jika AS tetap ngotot melakukan serangan balasan terhadap Iran.
Dikabarkan AS telah menghabiskan waktu puluhan tahun berinvestasi di pangkalan militer di negara-negara Timur Tengah.
Seorang pejabat dan mantan pejabat AS menjelaskan pangkalan udara di negara-negara Timur Tengah menjadi landasan peluncuran paling nyaman bagi AS untuk melawan Iran lantaran jaraknya dekat dengan Iran.
Keengganan negara-negara Timur Tengah ini telah mempersulit persiapan AS ketika sedang berperang dalam menanggapi potensi serangan Iran terhadap Israel. Pejabat dan mantan pejabat AS telah meyakini serangan akan segera terjadi, seperti yang telah dilaporkan sebelumnya di tempat lain.
"Ini kacau," kata seorang pejabat senior AS kepada Middle East Eye.
AS memiliki kurang lebih 40.000 tentara di Timur Tengah. Mayoritas berada di negara-negara Teluk yang kaya minyak, dan berpangkalan di serangkaian pangkalan udara dan angkatan laut yang strategis.
Sebelum serangan Iran ke Israel, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sempat menyerukan negara-negara dunia ikut mendesak Israel untuk menghentikan aksi brutal terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Pernyataan Raja Salman muncul dalam pidato yang dibacakan Menteri Media Saudi Salman Al Dosari menjelang Ramadan, Minggu (10/3).
Tak hanya Saudi, Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) juga sempat mengutuk rencana tentara Israel untuk menyerang Rafah, yang berada di selatan Jalur Gaza pada Sabtu (10/2) lalu. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan