Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Situasi Timteng Panas, Brigade Al Qassam Serukan Semua Front Siaga
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam, menyerukan siaga perang di seluruh penjuru Gaza melawan agresi Israel.
Hal ini disampaikan juru bicara Al Qassam, Abu Ubaida, dalam siaran televisi Al Jazeera. Dia juga memuji serangan balasan Iran ke Israel pada 13 April lalu.
Dilansir New Arab, Abu Ubaida mengatakan hasil dari serangan itu bisa "membingungkan musuh dan orang-orang di baliknya".
Dia juga menyerukan peningkatan eskalasi di Tepi Barat hingga Yordania. Dia menilai kawasan itu sebagai "salah satu front Arab yang paling penting".
Yordania yang berada di antara Iran dan Israel ikut terseret konflik yang sedang berlangsung. Hal itu dapat terlihat dari peran Yordania yang dianggap "membantu" Israel untuk menghalau sejumlah drone hingga rudal yang memasuki wilayah udaranya.
Ubaida yang tengah gencar melancarkan seruannya itu mengajak masyarakat Yordania untuk bergabung dengan Hamas menumpas Israel.
"Kami menyerukan rakyat Yordania untuk meningkatkan tindakan mereka dan menyuarakan suara mereka," ungkap Ubaida.
Ubaida juga menegaskan posisi Hamas yang tetap berpegang teguh pada tuntutan di perundingan gencatan senjata yang berlangsung.
Sejumlah tuntutan Hamas itu di antaranya mengizinkan pengungsi untuk kembali ke Gaza utara, mendorong Israel agar mengakhiri serangan militernya dan menarik diri dari Gaza, serta pencabutan blokade yang menghambat bantuan kemanusiaan.
Ia lanjut menilai bahwa Israel hanya menunda perundingan yang tengah diinisiasi oleh sejumlah negara Arab, seperti Qatar dan Mesir.
"Pasukan pendudukan mengalami penundaan dalam mencapai kesepakatan pertukaran sandera dan berusaha menghalangi upaya para mediator untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata," ungkapnya.
Tetapi, upaya perundingan tersebut belum mendapatkan titik terang dan solusi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar pun menegaskan bahwa semua pihak harus "menunjukkan keseriusan" agar dapat mencapai kesepakatan.
Hingga kini, Israel masih terus membombardir sejumlah pemukiman warga Palestina. Angka kematian akibat perilaku bengis itu mencapai lebih dari 34.000, sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2266 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan