Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Ratusan Warga Palestina Tinggalkan Rafah Usai Tank Israel Menyerbu
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ratusan warga Palestina mulai meninggalkan Perbatasan Rafah menyusul perintah Israel untuk mengosongkan wilayah tersebut.
Badan bantuan PBB untuk Palestina (UNRWA) menyebut sekitar 200 orang pergi meninggalkan Rafah setiap jamnya.
"Perpindahan terus berlangsung dan orang-orang pergi ke arah Khan Younis dan Daerah Tengah," kata Direktur Komunikasi UNRWA Juliette Touma, dikutip Aljazeera, Rabu (8/5).
Kendati demikian, belum bisa dipastikan berapa jumlah warga Palestina yang telah meninggalkan Rafah.
"Tidak mungkin memberikan jumlah total orang saat ini mengingat situasinya yang sangat dinamis," tambahnya.
Seorang pejabat senior UNRWA mengatakan kepada CNN bahwa sekitar 50.000 orang telah meninggalkan Rafah sejak Senin (6/5).
Pasukan militer Israel melakukan pengeboman tak henti di Perbatasan Rafah sejak Selasa (7/5). Sebelumnya mereka mengusir warga Palestina dari tempat yang selama ini menjadi pengungsian. Puluhan orang tewas akibat serangan udara dan darat yang dilakukan Israel di Rafah. Kebanyakan korban merupakan wanita dan anak-anak.
Serangan Israel terjadi saat Hamas mengumumkan menyetujui propsal gencatan senjata di Gaza. Amerika sebagai sekutu Israel juga telah melarang untuk melakukan penyerangan di Rafah, namun Pasukan Zionis tetap membombardir wilayah tersebut. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan