Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
G7 Kompak Semprot China Soal Bantu Rusia Invasi Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Para pemimpin negara G7 mewanti-wanti keras Beijing, China, atas dukungannya kepada Rusia yang hingga kini masih melancarkan invasi ke Ukraina sejak Februari 2022.
Amerika Serikat Cs menuding relasi mesra China dan Rusia selama ini mempermudah Presiden Vladimir Putin melancarkan invasi, termasuk memasok logistik dan material yang membantu peperangan.
G7 mengancam bakal memberikan sanksi lebih lanjut terhadap China yang diduga sudah secara material mendukung mesin perang Moskow.
Peringatan keras G7 ini keluar di akhir pertemuan puncak ketujuh negara dengan perekonomian terbesar itu di Italia pada Jumat (14/6).
Pernyataan bersama ini muncuk ketika AS berupaya meningkatkan upaya diplomatik demi meyakinkan Eropa agar mengadopsi sikap yang lebih keras terhadap China atas perannya dalam membantu militer Rusia di tengah invasi ke Ukraina.
"Dukungan berkelanjutan China untuk basis industri pertahanan Rusia memungkinkan Rusia untuk mempertahankan perang ilegalnya di Ukraina dan memiliki implikasi keamanan yang signifikan dan luas," kata para pemimpin G7 dalam komunike, Jumat (16/3), melansir CNN.
"Kami menyerukan kepada China untuk menghentikan transfer material-material penggunaan ganda, termasuk komponen-komponen senjata dan peralatan, yang merupakan masukan untuk sektor pertahanan Rusia," lanjut mereka.
Para pemimpin juga mengancam tindakan lebih lanjut, termasuk sanksi, untuk menghukum entitas China yang disebut membantu Rusia menghindari embargo Barat.
"Kami akan terus mengambil tindakan terhadap para pelaku di China dan negara-negara ketiga yang secara material mendukung mesin perang Rusia, termasuk lembaga keuangan, sesuai dengan sistem hukum kami, dan entitas lain di China yang memfasilitasi akuisisi Rusia terhadap barang-barang untuk basis industri pertahanannya," demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.
Mereka juga bersumpah untuk memberlakukan "langkah-langkah ketat untuk mencegah penyalahgunaan dan membatasi akses ke sistem keuangan kami."
Para pejabat AS menuduh China membantu Rusia memperluas manufaktur militer, termasuk melalui ekspor seperti semikonduktor, material dan peralatan mesin yang disebut memungkinkan Moskow untuk meningkatkan produksi tank, amunisi, dan kendaraan lapis baja.
Beijing sendiri telah membantah tudingan itu. Mereka mengaku tidak menyediakan senjata untuk kedua belah pihak dan mempertahankan kontrol ekspor yang ketat terhadap barang-barang yang memiliki kegunaan ganda.
AS dan Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan China. Pekan ini, AS menjatuhkan sanksi baru terhadap perusahaan-perusahaan di China yang memasok semikonduktor ke Rusia.
"China tidak memasok senjata, tetapi kemampuan untuk memproduksi senjata tersebut dan teknologi yang tersedia untuk melakukannya," kata Presiden AS Joe Biden dalam KTT pada Kamis (13/6).
"Jadi, pada kenyataannya, mereka membantu Rusia."
G7 juga telah mengambil sikap yang lebih keras terhadap kebijakan ekonomi China, terutama dalam masalah kelebihan kapasitas industri.
Mereka berjanji untuk mengambil tindakan terhadap "praktik-praktik yang tidak adil" untuk "menyamakan kedudukan di lapangan dan memperbaiki kerugian yang sedang berlangsung."
"Kami menyatakan keprihatinan kami tentang penargetan industri yang terus-menerus dilakukan oleh China dan kebijakan dan praktik non-pasar yang komprehensif yang mengarah pada limpahan global, distorsi pasar, dan kelebihan kapasitas yang berbahaya di berbagai sektor yang terus meningkat, yang merusak pekerja, industri, dan ketahanan serta keamanan ekonomi kami," bunyi pernyataan dalam komunike bersama tersebut. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan