Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Gunung Ibu Erupsi 2 Kali, Semburkan Abu Vulkanik Hingga 2 Km
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gunung Api Ibu di Halmahera, Maluku Utara, erupsi sebanyak dua kali pada Sabtu (29/6) malam. Erupsi itu memiliki tinggi kolom abu kurang lebih 1.200 dan 2.000 meter di atas puncak.
Dilansir Antara, rupsi Gunung Api Ibu itu terjadi pada pukul 21.30 WIT dan 23.07 WIT.
Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM menyebut erupsi pertama berdurasi sekitar 3 menit 19 detik yang terekam di seismograf. Adapun amplitudo maksimum 28 mm.
Sementara, erupsi kedua memiliki durasi yang lebih cepat, yaitu 2 menit 40 detik. Erupsi ini terekam di alat seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Ibu, Gradita Trihadi, mengatakan kedua erupsi itu menciptakan awal abu vulkanik berwarna kelabu. Abu vulkanik itu memiliki intensitas tebal condong ke arah barat laut.
Hingga berita ini dipublikasikan, Gunung Api Ibu masih berstatus Siaga atau Level III.
PVMBG meminta warga untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dan perluasan sektoral berjarak lima kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah Gunung Ibu.
Selain itu, masyarakat juga diwanti-wanti mengenai hujan abu usai erupsi tersebut. Masyarakat diminta untuk menggunakan masker dan kacamata ketika beraktivitas di luar. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan