Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Akademisi Beber Pentingnya Sumur Penampung Air Hujan di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Akademisi yang juga Guru Besar Ergonomi Politeknik Negeri Bali (PNB), Prof. Dr. Lilik Sudiajeng, menjelaskan pentingnya sumur pemanenan atau penampung air hujan dalam upaya edukasi masyarakat serta pengelolaan sumber daya air.
Prof. Sudiajeng menekankan bahwa sumur penampung air hujan memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan sumur resapan.
"Sumur resapan umumnya menampung semua jenis air, termasuk air buangan, sehingga memerlukan proses filtrasi yang lebih ketat. Sementara itu, sumur pemanenan air hujan dirancang khusus untuk mengumpulkan air hujan secara langsung," ujar Prof. Sudiajeng, Selasa (30/7/2024) di Sanur, Denpasar.
Menurutnya, pembangunan sumur pemanenan air hujan di area publik memiliki manfaat ganda. Selain berfungsi sebagai infrastruktur penampung air, sumur ini juga berperan sebagai media edukasi bagi masyarakat.
"Sumur pemanenan air hujan dapat dibangun di lokasi-lokasi publik seperti halaman sekolah, balai banjar, dan gelanggang olahraga. Ini tidak hanya membantu mengelola sumber daya air tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan air hujan," jelas Prof. Sudiajeng.
Sebagai contoh, Prof. Sudiajeng menyebutkan proyek sumur pemanenan air hujan yang telah berhasil dibangun di Desa Munduk, Kabupaten Buleleng. "Sumur ini dapat menghasilkan air resapan dengan kapasitas mencapai 41 meter kubik per jam. Ini menunjukkan betapa efektifnya sumur pemanenan air hujan dalam meningkatkan cadangan air tanah," tambahnya.
Air hujan yang dikumpulkan oleh sumur ini akan meresap ke dalam tanah dan mengalir ke wilayah yang lebih rendah, berfungsi sebagai cadangan baru air tanah. Dengan demikian, selain mengurangi risiko banjir, sumur pemanenan air hujan juga berkontribusi terhadap keberlanjutan sumber daya air.
Prof. Sudiajeng mengajak masyarakat untuk mendukung inisiatif ini dan berpartisipasi dalam edukasi mengenai pengelolaan air. "Melalui pemahaman dan partisipasi aktif masyarakat, kita dapat bersama-sama menjaga dan mengelola sumber daya air dengan lebih baik," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan