Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Saudi, Mesir, UEA Tak Kecam Pembunuhan Ismail Haniyeh
BERITABALI.COM, DUNIA.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain merupakan negara-negara Arab yang tidak mengutuk pembunuhan terhadap pemimpin biro politik Hamas, Ismail Haniyeh.
Keempat negara ini memilih menggarisbawahi potensi eskalasi konflik, alih-alih mengecam serangan terhadap Haniyeh di Iran.
Dalam pernyataannya, Mesir menyatakan bahwa dampak dari pembunuhan dan pelanggaran terhadap kedaulatan negara dapat memicu konflik di kawasan tersebut.
Mesir tidak secara spesifik menyebut Haniyeh maupun Iran selaku lokasi Haniyeh dibunuh.
Senada, UEA juga hanya menyatakan bahwa pihaknya "memantau dengan cermat perkembangan regional" dan menyatakan keprihatinan yang mendalam atas ketegangan yang berkelanjutan di Timur Tengah.
UEA turut menekankan dampak konflik terhadap keamanan dan stabilitas kawasan tersebut.
UEA menegaskan pentingnya menahan diri dan menghindari perluasan skala konflik.
Serupa, Bahrain juga memperingatkan potensi meningkatnya konflik di kawasan serta menekankan kerentanan keamanan di Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Bahrain meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan masyarakat internasional untuk mendukung upaya pencegahan eskalasi lebih lanjut, demikian dikutip Middle East Monitor.
Sementara itu, Arab Saudi hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi. Hanya ada laporan bahwa Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan berbicara dengan Penjabat (Pj) Menteri Luar Negeri Iran Ali Bagheri bahwa Negeri Minyak mengutuk pembunuhan Haniyeh.
"Pangeran Faisal bin Farhan, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, juga mengutuk pembunuhan Haniyeh dan tindakan terhadap integritas wilayah Republik Islam Iran oleh rezim Zionis. Ia menilai situasi di kawasan itu kritis dan berbahaya," demikian dikutip laman Kementerian Luar Negeri Iran.
Faisal bin Farhan juga disebut terbuka untuk mengadakan pertemuan dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) guna membahas masalah ini. Ia juga menekankan kelanjutan konsultasi antara Iran dan Saudi.
Ismail Haniyeh tewas di kediamannya di Teheran, Iran, pada Rabu (31/7) dini hari.
Ia berada di Iran untuk menghadiri pelantikan Presiden baru Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (30/7).
Berdasarkan hasil penyelidikan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Haniyeh tewas akibat dirudal. Rudal itu menargetkan kamar tempat Haniyeh menginap di wisma tempat menjamu tamu kenegaraan Iran.
Sejumlah negara pun mengecam keras pembunuhan Haniyeh, termasuk Iran. Negara-negara tersebut antara lain Irak, Suriah, Aljazair, Yordania, Oman, Yaman, Kuwait, Tunisia, Turki, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, bahkan China dan Rusia. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun