Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Saudi Akhirnya Buka Suara Soal Pembunuhan Bos Hamas Ismail Haniyeh
BERITABALI.COM, DUNIA.
Arab Saudi menyatakan pembunuhan kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh merupakan pelanggaran terang-terangan atas kedaulatan Iran dan hukum internasional.
Wakil Menteri Luar Negeri Saudi, Walid al-Khuraiji, mengatakan hal tersebut dalam pertemuan Organisasi Kerja sama Islam (Organization of Islamic Cooperation/OIC) di Jeddah pada Rabu (7/8). Ini merupakan pernyataan lugas perdana Saudi merespons pembunuhan Haniyeh.
Dilansir dari Al Arabiya, al-Khuraiji menekankan pembunuhan Haniyeh merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas dan perdamaian regional.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengkritik Israel karena meningkatkan kekerasan terhadap warga sipil Palestina, serta menyoroti pengabaian perjanjian dan resolusi internasional oleh Israel yang telah memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat.
Al-Khuraiji menekankan situasi mengerikan yang dihadapi warga Palestina seperti kekurangan makanan, obat-obatan, bahan bakar, serta beban berat pada sektor kesehatan.
Dia pun mengulangi kembali kecaman Arab Saudi atas serangan Israel terhadap warga sipil dan menyerukan komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban pasukan Israel atas tindakan mereka.
Al-Khuraiji juga menegaskan kembali dukungan Arab Saudi terhadap resolusi komprehensif masalah Palestina, yang mengadvokasi diakhirinya pendudukan Israel dan tercapainya solusi yang memungkinkan pembentukan negara Palestina sesuai dengan legitimasi internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab.
Ismail Haniyeh tewas di kediamannya di Teheran, Iran, pada Rabu (31/7) dini hari. Ia berada di Iran untuk menghadiri pelantikan Presiden baru Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (30/7).
Berdasarkan hasil penyelidikan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Haniyeh tewas akibat dirudal. Rudal itu menargetkan kamar tempat Haniyeh menginap di wisma tempat menjamu tamu kenegaraan Iran.
Sejumlah negara pun mengecam keras pembunuhan Haniyeh, termasuk Iran. Negara-negara yang mengecam antara lain Irak, Suriah, Aljazair, Yordania, Oman, Yaman, Kuwait, Tunisia, Turki, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, bahkan China dan Rusia. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 734 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan