Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Betah di Bali, Kocong Bocah Bule Ukraina Menangis Saat Dideportasi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Bocah bule asal Ukraina berinisial BS (7) yang akrab disebut si Kocong dan ibunya berinisial SB, akhirnya dideportasi ke negara asalnya, pada Kamis (8/8) pagi.
Karena diketahui hendak meninggalkan Bali dan enggan pulang ke Ukraina, Kocong sempat menangis dan memberontak saat berada di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Bali saat akan dibawa ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Ibunya sampai kewalahan menenangkan si Kocong yang menangis.
"Iya, tadi sempat ada penolakan, karena sudah cukup akrab sama petugas terus komunikasinya juga baik dengan kita, iya terjalin satu Minggu ini, anaknya sedikit rewel diajak ke bandara," kata Kepala Imigrasi Denpasar Ridha Sah Putra.
Ia juga menerangkan selama didetensi di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar anak dan ibu ini cukup senang karena mereka sudah akrab dengan para petugas.
"Mereka cukup happy di ruang detensi, koperatif sekali, berbaur juga dengan petugas dan apa yang mereka butuhkan mereka komunikasi juga dengan petugas dan kita akomodir sesuai standar kita. Anaknya sendiri sering bermain bersama petugas di ruang detensi, makanya, tadi sedih dia mau tinggalkan Bali," ungkapnya.
Selain deportasi, Kocong dan ibunya akan ditangkal selama 6 bulan tidak masuk Bali.
"Tentunya sesuai Undang-undang, Nomor 6, Tahun 2011, bahwasanya setiap warga negara asing yang melakukan tindakan pidana keimigrasian yang berupa overstay lebih 60 hari akan dilakukan pencegahan dan penangkalan dan itu 6 bulan," ujarnya.
Sebagian warga Bali tak asing dengan Kocong. Bocah yang masih berusia tujuh tahun kerap viral di media sosial karena aktivitasnya yang menyeleneh.
Baca juga:
Bocah Bule Kocong di Ubud Segera Dideportasi
Kocong sering berkeliaran dengan telanjang dada di seputar Desa Peliatan, Ubud, Bali. Dia terekam membantu kuli bangunan bekerja, memanjat papan reklame dan aktivitas lain.
Kegiatan itu dilakukan Kocong tanpa pengawasan ibunya. Akhirnya, Kocong dan ibunya ditangkap Imigrasi Denpasar pada Kamis (1/7) pekan lalu.
"Awalnya kita melakukan surat panggilan terlebih dahulu namun karena tidak datang akhirnya petugas menjemput ibu dan anak tersebut," kata Kepala Kantor Imigrasi Denpasar, Ridha Sah Putra, saat konferensi pers, Jumat (2/8).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan