Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Alasan Hamas Tolak Hasil Perundingan Gencatan Senjata Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Hamas menerbitkan pernyataan resminya usai menolak hasil perundingan gencatan senjata Gaza yang digelar di Qatar pada Jumat (16/8) pekan lalu.
Hamas menyalahkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, karena menimbulkan "hambatan baru" dalam perundingan tersebut.
Dalam pernyataan tersebut, Hamas menuduh Netanyahu secara sengaja menetapkan persyaratan dan tuntutan baru, untuk menggagalkan perundingan dan memperpanjang perang di Gaza.
Salah satu tuntutan yang ditolak Hamas adalah desakan Netanyahu agar pasukan pertahanan Israel (Israel Defense Force) ditempatkan di Koridor Philadelphi, yang membentang di sepanjang perbatasan Gaza-Mesir.
Netanyahu mengklaim pengerahan pasukan IDF di Koridor Philadelphi bertujuan untuk mencegah Hamas menyelundupkan senjata ke Gaza dan membangun kembali kemampuan militernya.
Tuntutan tersebut tidak disebutkan sebelumnya dalam kesepakatan pada 27 Mei yang telah menjadi dasar bagi perundingan berikutnya dan ditolak oleh Hamas.
Sementara dalam tuntutan Hamas terkait perundingan gencatan senjata ini, mereka mendesak agar semua pasukan Israel ditarik sepenuhnya dari seluruh wilayah Jalur Gaza.
"Kami menganggap Netanyahu sepenuhnya bertanggung jawab atas kegagalan upaya mediasi dan menghalangi kesepakatan," demikian pernyataan Hamas, dilansir Times of Israel.
Hamas mengatakan pihaknya akan tetap pada usulannya sendiri soal kesepakatan gencatan senjata, yang mereka ajukan pada 2 Juli lalu.
Tuntutan Netanyahu soal kontrol di Koridor Philadelphi ini sendiri menuai perdebatan sengit di internal tim negosiasi Israel yang dipimpin David Barnea dari Mossad, Ronen Bar dari Shin Bet, dan Nitzan Alon dari IDF.
Tim itu sebelumnya sudah memperingatkan Netanyahu bahwa desakannya soal kontrol Israel di koridor itu bisa menghancurkan negosiasi. Namun Netanyahu disebut menolak untuk mengalah.
Kegagalan perundingan gencatan senjata Gaza ini terjadi saat agresi dan serangan pasukan Zionis masih terjadi di Palestina.
Hingga kini lebih dari 40 ribu warga sipil telah meninggal dunia, di mana sebagian besar korban adalah kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan