Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kim Jong Un Kirim Ribuan Pekerja Ilegal ke Luar Negeri Buat Cari Duit
beritabali.com/cnnindonesia.com/Kim Jong Un Kirim Ribuan Pekerja Ilegal ke Luar Negeri Buat Cari Duit
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Korea Utara dianggap telah melakukan pelanggaran hukum internasional, karena mengirimkan lebih dari 500 orang pekerja secara ilegal ke China pada akhir Agustus lalu.
Menurut laporan Panel Ahli Sanksi Korut Perserikatan Bangsa Bangsa yang diterbitkan awal tahun ini, sekitar 100 ribu pekerja Korut masih mendapatkan mata uang asing dari sekitar 40 negara, termasuk China dan Rusia.
"Sebuah perusahaan pakaian di kawasan industri garmen mempekerjakan 150 pekerja yang dikirim," kata seorang warga negara China keturunan Korut kepada Radio Free Asia.
"Perusahaan tersebut dikelola warga Tionghoa setempat. Korut juga mulai mengirim pekerja dalam skala besar mulai sekarang," ujar warga tersebut.
Dia menyebut banyak pekerja Korut yang sudah berada di China sejak sebelum pandemi, yang tinggal dan bekerja di perusahaan yang telah menjadi mitra mereka.
"Saat ini pekerja Korut dikirim ke sejumlah perusahaan di Provinsi Jilin, tetapi tampaknya mereka dikirim secara bertahap ke seluruh Tiongkok," kata penduduk tersebut.
"Ada permintaan besar di Tiongkok untuk pekerja muda yang dapat tinggal dan bekerja di dalam pabrik serta meningkatkan produktivitas tanpa batas," kata dia.
Seorang penduduk kota Dandong di China mengatakan bahwa 500 pekerja tersebut akan bekerja di tiga perusahaan berbeda di Hunchun.
Sebelum pandemi Covid-19, pemerintah Kim Jong Un memang secara rutin mengirim pekerja ke luar negeri seperti ke Rusia dan China, untuk mendapatkan devisa negara.
Namun pengiriman pekerja Korut ke luar negeri seharusnya berakhir pada akhir 2019, ketika Resolusi Dewan Keamanan PBB 2397 yang ditujukan untuk menekan Korut untuk mengakhiri program nuklirnya mulai berlaku.
Pada resolusi DK PBB itu disebutkan bahwa semua pekerja Korut harus kembali ke rumah dan tidak ada visa kerja baru untuk warga Korut yang dikeluarkan.
Selama pandemi dan Korut menutup semua perbatasannya, banyak pekerjanya yang akhirnya terdampar di luar negeri. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan