Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Pemantauan Kebakaran Hutan Gunung Agung Terhalang Awan, BPBD Usul Skema Hujan Buatan
beritabali/ist/Pemantauan Kebakaran Hutan Gunung Agung Terhalang Awan, BPBD Usul Skema Hujan Buatan.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem bersama Resort Pemangkuan Hutan (RPH) terus melakukan pemantauan secara intensif terkait perkembangan kebakaran hutan di sisi barat lereng Gunung Agung, Karangasem, Bali.
Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan pagi ini Rabu (16/10/2024), dari sebelummya 6 titik api, hari ini masih tersisa 3 titik asap tipis di lokasi kebakaran hutan.
"Pemantauan pagi ini masih ada 3 titik asap tipis, menjelang sore hari pengamatan tidak bisa dilakukan karena tertutup awan, semoga seluruh titik api sudah padam dengan adanya awan sehingga mempengaruhi suhu di sekitar lokasi kebakaran, sejauh ini luas hutan yang terbakar sudah mencapai 120 hektar," terang Arimbawa.
Dari hasil koordinasi ke BPBD Provinsi Bali, ada beberapa skema yang telah disiapkan apabila titik api kembali membesar, bahkan jika sudah bersifat darurat maka kemungkinan akan dilakukan rekayasa cuaca dengan hujan buatan. Untuk melakukannya diperlukan awan hujan di atas titik hutan yang terbakar.
"Warga sempat bertanya kenapa tidak menggunakan Heli, setelah kami koordinasikan ternyata penggunaan Heli untuk pemadaman sangat berisiko karena kondisi medan dan cuaca bisa menyebabkan turbulensi, jadi kita siapkan skema hujan buatan itu," ungkap Arimbawa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3766 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1706 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang