Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Menteri Bintang Sebut Tren Kekerasan Terhadap Anak di Indonesia Menurun
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, mengungkapkan bahwa secara prevalensi, kekerasan terhadap anak di Indonesia menunjukkan penurunan.
Hal ini disampaikan dalam sebuah acara di Sanur, Kota Denpasar, di mana ia menjelaskan faktor-faktor yang berkontribusi pada tren positif tersebut.
Menurut Menteri Bintang, penurunan kasus kekerasan terhadap anak dipicu oleh meningkatnya keberanian masyarakat untuk melaporkan kejadian kekerasan yang dialami oleh anak-anak.
"Baru saja kami merilis hasil survei tentang pengalaman hidup anak dan remaja, dan data menunjukkan bahwa prevalensi kekerasan menurun," ungkapnya, belum lama ini di Sanur.
Dirinya juga mencatat bahwa kekerasan merupakan fenomena gunung es, di mana banyak kasus yang sebelumnya tidak terungkap kini mulai mendapatkan perhatian.
"Masyarakat kini lebih berani speak up. Jika kita perhatikan, hampir setiap hari ada berita tentang kekerasan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin berani melapor," tambahnya.
Menteri Bintang menekankan pentingnya peran media dan kampanye yang dilakukan oleh kementerian sejak 2021 untuk mendorong masyarakat agar tidak takut melapor.
"Kami sudah memiliki payung hukum melalui Undang-Undang No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang memberi perlindungan lebih bagi korban," jelasnya.
Meskipun tren penurunan kekerasan menunjukkan kemajuan, Menteri Bintang mengakui bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam isu perlindungan perempuan dan anak.
"Ini adalah pekerjaan rumah yang panjang untuk kita selesaikan. Meskipun indeks pembangunan gender mengalami peningkatan setiap tahun, peningkatan tersebut belum signifikan," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa konstitusi negara, yaitu Undang-Undang Dasar 1945, telah mengamanahkan kesetaraan hak bagi seluruh warga negara. Namun, tantangan budaya patriarki masih menjadi kendala dalam mencapai kesetaraan tersebut.
"Kami berharap kesetaraan dapat tercapai meski di tengah budaya patriarki yang masih mengakar," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2259 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan