Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
H-1 Pencoblosan, De Gadjah Serukan Pemilu Damai dan Penuh Kasih
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Calon Gubernur Bali nomor urut 01, Made Muliawan Arya, atau yang akrab disapa De Gadjah, mengakhiri rangkaian kampanye Pilkada Bali dengan sebuah pernyataan penuh harapan dan seruan damai pada Selasa, 26 November 2024.
Setelah melaksanakan persembahyangan di Padmasana Sekar Tunjung Center (STC), Denpasar, De Gadjah menyampaikan pesan penting menjelang pencoblosan pada 27 November 2024, sebagai penutup dari perjuangan panjang dalam proses kampanye.
"Puji Syukur kita panjatkan ke hadapan Hyang Widhi Wasa, karena hanya atas karunia Beliaulah kita semua disini dapat berkumpul dalam keadaan sehat dan semangat, meskipun telah melewati perjuangan yang melelahkan dalam kampanye ini," kata De Gadjah dengan penuh rasa syukur.
De Gadjah menegaskan bahwa Pilkada adalah momen penting untuk mewujudkan kedaulatan rakyat, di mana pemerintahan yang sah hanya bisa terwujud melalui penugasan oleh rakyat.
"Rakyat berhak mengangkat dan mengontrol pemerintah, dan ini adalah perjalanan mulia untuk mewujudkan sebuah pemerintahan yang sesuai dengan kehendak rakyat," ujar De Gadjah.

Selain itu, De Gadjah juga mengajak seluruh masyarakat Bali untuk menyukseskan Pilkada yang damai, bermoral, dan penuh kasih. Ia mengingatkan agar pemilu kali ini berjalan secara LUBER (Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia) serta JURDIL (Jujur dan Adil).
"Jauhi kekerasan karena itu tidak bermoral dan hanya akan merusak persaudaraan, menciptakan kebencian, dan memicu konflik. Mari kita jadikan pemilu ini sebagai perjuangan untuk perubahan yang lebih baik, bukan pertarungan antara rakyat versus rakyat," tegasnya.
De Gadjah mengungkapkan bahwa Pilkada bukanlah ajang untuk saling menonjolkan kekuatan, melainkan sebagai upaya untuk menciptakan Bali yang lebih baik.
"Ini adalah perjuangan bersama untuk Bali yang MULIA PAS – Maju, Unggul, Lestari, Indah, Ajeg, Pasti Sejahtera. Semangat ini sejalan dengan Bali Mandara, Bali yang Maju, Aman, Damai, dan Sejahtera," ujarnya.
Di akhir sambutannya, De Gadjah meminta maaf dengan tulus jika selama proses kampanye ada kesalahan kata atau perilaku yang tidak menyenangkan. Ia juga mengajak masyarakat Bali untuk memberi kesempatan kepada dirinya dan pasangannya untuk membawa perubahan yang lebih baik.
"Berilah kami kepercayaan, maka kami akan beri perubahan menuju perbaikan. Jangan ada lagi kata 'tunggu' atau wait, karena itu hampir selalu berarti 'tidak pernah atau never'," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun