Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Karangasem Minim Rambu Rawan Bencana
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Jumlah wilayah dengan potensi rawan bencana seperti banjir bandang dan longsor di Kaupaten Karangasem saat ini masih minim rambu-rambu peringatan bagi warga maupun pengguna jalan.
Seperti halnya di jalur penghubung Banjar Batu Gede, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat dengan wilayah Kecamatan Manggis. Tak satu pun terlihat adanya rambu peringatan bencana, padahal hanpir di sepanjang jalur tersebut merupakan kawasan rawan terjadi longsor.
Baca juga:
Sehari, BPBD Bali Catat Dua Kejadian Bencana
"Kalau yang sudah tau medan pasti paham bagaimana situasinya, nah bagi pengguna jalan dari luar terutama yang pakek Map pasti tidak tahu bahwa jalur tersebut rawan longsor, apalagi saat terjadi hujan deras seperti baru - baru ini," kata Juniasa salah seorang pemotor asal Manggis yang melintas di jalur tersebut, Rabu (25/12/2024).
Kondisi inipun diakui oleh Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa. Menurutnya untuk jalur Batu Gede selama ini memang belum ada rambu peringatan bencana.
Sementara BPBD Karangasem baru memasang rambu bencana untuk erupsi Gunung Agung saja sedangkan untuk dijalur Kubu memag sudah ada beberapa rambu rawan banjir bandang yang dipasang oleh pihak balai.
"Untuk jalur Batu Gede memang jadi jalur paling rawan longsor, karena kondisi bukit yang berbatu, warga sekitar sudah tau kondisi dilapangan sehingga ketika turun hujan deras, mereka yang rumahnya dekat dengan tebing pasti bergeser ke tempat kerabat atau saudaranya yang lebih aman," kata Arimbawa.
Pihaknya juga sepakat bahwa penting untuk jalur - jalur tersebut agar dipsangi rambu - rambu peringatan bencana rawan longsor, tujuannya tentu agar pengguna jalan bisa berhati - hati saat melintas atau bahkan jika turun hujan lebat mereka bisa mencari jalur alternatif lain yang lebih aman untuk dilalui.
"Mungkin nanti kita akan coba usulkan untuk pemasangan rambu dilokasi - lokasi yang dianggap rawan terjadi bencana, entah itu banjir, longsor maupun yang lainnya," tandas Arimbawa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3775 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1716 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang