Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Tanggapan BI Soal Kurs 1 Dolar AS Jadi Rp8.170 di Google
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bank Indonesia (BI) menanggapi isu yang beredar terkait penguatan mata uang rupiah secara mendadak di angka Rp8.170,65 per dolar Amerika Serikat (AS), yang muncul melalui pencarian di Google pada Sabtu (1/2/2025) sore.
BI memastikan bahwa angka tersebut tidak sesuai dengan nilai tukar resmi yang berlaku.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa level nilai tukar yang tercatat di hasil pencarian Google tidak mencerminkan nilai tukar yang sebenarnya.
“Data resmi Bank Indonesia mencatat kurs rupiah terhadap dolar AS pada 31 Januari 2025 adalah Rp16.312 per dolar. Kami tengah berkoordinasi dengan pihak Google Indonesia untuk segera melakukan koreksi terkait ketidaksesuaian ini,” ujar Ramdan melalui keterangan resmi yang diterima pada Sabtu.
Penelusuran melalui mesin pencari Google pada hari yang sama menunjukkan nilai tukar yang tidak sesuai, yakni Rp8.170,65 per dolar AS. Sementara itu, pada laman resmi Bank Indonesia, kurs jual tercatat Rp16.340,30 per dolar AS dan kurs beli Rp16.177,70 per dolar AS. Hal ini menimbulkan kebingungannya di kalangan masyarakat, terutama terkait dengan konversi mata uang.
Mata uang rupiah sendiri ditutup melemah pada perdagangan Jumat (31/1/2025), seiring dengan penguatan indeks dolar AS. Mengutip data dari Bloomberg, rupiah ditutup melemah 49 poin atau sekitar 0,301% ke level Rp16.305 per dolar AS. Pada akhir Januari 2025, rupiah tercatat terdepresiasi sebesar 1,06% terhadap dolar AS dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2024.
Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,406% dan mencapai 108,203 pada hari tersebut. Sepanjang tahun 2025, dolar AS sempat mencapai level tertinggi di angka 109,65 pada 10 Januari 2025. Pergerakan dolar AS yang menguat ini turut berdampak pada mayoritas mata uang di kawasan Asia yang terpantau melemah, termasuk yen Jepang, dolar Hong Kong, won Korea Selatan, dan ringgit Malaysia.
Dengan situasi ini, Bank Indonesia terus memantau perkembangan pasar dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan data nilai tukar yang akurat, baik untuk masyarakat maupun untuk kestabilan ekonomi Indonesia. (sumber: bisnis.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2187 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2009 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1923 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun