Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tanggapan BI Soal Kurs 1 Dolar AS Jadi Rp8.170 di Google
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bank Indonesia (BI) menanggapi isu yang beredar terkait penguatan mata uang rupiah secara mendadak di angka Rp8.170,65 per dolar Amerika Serikat (AS), yang muncul melalui pencarian di Google pada Sabtu (1/2/2025) sore.
BI memastikan bahwa angka tersebut tidak sesuai dengan nilai tukar resmi yang berlaku.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa level nilai tukar yang tercatat di hasil pencarian Google tidak mencerminkan nilai tukar yang sebenarnya.
“Data resmi Bank Indonesia mencatat kurs rupiah terhadap dolar AS pada 31 Januari 2025 adalah Rp16.312 per dolar. Kami tengah berkoordinasi dengan pihak Google Indonesia untuk segera melakukan koreksi terkait ketidaksesuaian ini,” ujar Ramdan melalui keterangan resmi yang diterima pada Sabtu.
Penelusuran melalui mesin pencari Google pada hari yang sama menunjukkan nilai tukar yang tidak sesuai, yakni Rp8.170,65 per dolar AS. Sementara itu, pada laman resmi Bank Indonesia, kurs jual tercatat Rp16.340,30 per dolar AS dan kurs beli Rp16.177,70 per dolar AS. Hal ini menimbulkan kebingungannya di kalangan masyarakat, terutama terkait dengan konversi mata uang.
Mata uang rupiah sendiri ditutup melemah pada perdagangan Jumat (31/1/2025), seiring dengan penguatan indeks dolar AS. Mengutip data dari Bloomberg, rupiah ditutup melemah 49 poin atau sekitar 0,301% ke level Rp16.305 per dolar AS. Pada akhir Januari 2025, rupiah tercatat terdepresiasi sebesar 1,06% terhadap dolar AS dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2024.
Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,406% dan mencapai 108,203 pada hari tersebut. Sepanjang tahun 2025, dolar AS sempat mencapai level tertinggi di angka 109,65 pada 10 Januari 2025. Pergerakan dolar AS yang menguat ini turut berdampak pada mayoritas mata uang di kawasan Asia yang terpantau melemah, termasuk yen Jepang, dolar Hong Kong, won Korea Selatan, dan ringgit Malaysia.
Dengan situasi ini, Bank Indonesia terus memantau perkembangan pasar dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan data nilai tukar yang akurat, baik untuk masyarakat maupun untuk kestabilan ekonomi Indonesia. (sumber: bisnis.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5897 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4625 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2592 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2235 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2209 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan