Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
Pasar Gelap Daging Penyu di Bali Masih Marak, BKSDA Terus Buru Pelaku
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pasar gelap olahan daging penyu di Bali kembali mencuri perhatian, dengan sejumlah tempat makan menyajikan menu "spesial" berupa sate dan lawar penyu.
Menurut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, penggunaan daging penyu sebagai bahan baku menu eksklusif ini hanya terjadi sesuai dengan ketersediaan stok satwa, meskipun identifikasi terhadap pemasok, pemesan, dan warung penyedia telah dilakukan. Kendati demikian, kendala pembuktian kasus masih menjadi tantangan utama.
"Mereka sembunyi-sembunyi, tidak menyediakan menu secara terbuka seperti lawar penyu," terang Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, saat dikonfirmasi usai pelepasliaran penyu hijau di Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Selasa (18/3/2025).
Menurutnya, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, menu olahan daging penyu ini tidak selalu ada. Artinya, menu ini benar-benar "spesial" sesuai dengan suplai yang tersedia. Selama ini, BKSDA Bali telah mengidentifikasi sejumlah tempat yang kedapatan menjual menu tersebut, namun terbukti sulit untuk mendapatkan bukti yang kuat.
"Kita sudah identifikasi (warung penjual olahan penyu)," ungkapnya.
"Tapi kami merasa, mengapa harus makan seperti itu (penyu)? Ini adalah satwa dilindungi. Kami mengimbau agar masyarakat menghindari konsumsi hal tersebut," imbuhnya.
Baca juga:
Polres Buleleng Intensifkan Penyelidikan Kasus Penyelundupan 22 Ekor Penyu Hijau di Pantai Pemuteran
Disinggung mengenai "pemesan" satwa langka ini, Ratna mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi, dan suplainya diketahui berasal dari Pulau Jawa. Informasi tersebut berdasarkan pengungkapan dari Polres Buleleng serta Jembrana. Modus operandi yang digunakan adalah dengan meletakkan penyu di pasir, lalu diambil oleh oknum penyaluran dan dikirim ke tempat-tempat yang menyediakan menu tersebut.
"Terus kita buru, semoga segera kita ungkap. Kendalanya adalah marketnya tertutup. Selain itu, pembuktian juga masih menjadi tantangan," tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3271 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 756 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 695 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman