Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
Asia Grassroots Forum 2025 di Bali Angkat Potensi UMKM ASEAN
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sektor akar rumput ASEAN kembali menjadi sorotan global. The 2025 Asia Grassroots Forum sukses digelar di Nusa Dua, Bali, dan menghadirkan lebih dari 700 peserta dari 15 negara, termasuk investor global, pembuat kebijakan, sektor swasta, hingga komunitas wirausaha ultra-mikro.
Forum ini bukan sekadar konferensi biasa. Forum ini menjadi pionir dalam membuka mata dunia akan potensi luar biasa yang dimiliki sektor ekonomi akar rumput, terutama UMKM di Asia Tenggara yang selama ini belum tergarap optimal.
UMKM mencakup 97% sektor swasta, menyerap hingga 85% tenaga kerja, dan menyumbang 45% PDB kawasan.
Namun, masih banyak kendala yang menghambat kemajuan mereka, seperti terbatasnya akses permodalan dan pasar. Untuk itu, kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci, seperti yang digaungkan Amartha dalam forum ini.
CEO Indonesia Standard Chartered, Donny Donosepoetro OBE, menegaskan pentingnya pembiayaan yang inklusif.
“Lewat kerja sama dengan Amartha dan MBK Ventura, kami membuktikan bahwa investasi di sektor mikro bisa berdampak besar bila dilakukan dengan pendekatan yang tepat," jelasnya.
Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, menambahkan bahwa forum ini berhasil mempertemukan institusi global yang kini percaya pada potensi akar rumput.
“Segmen ini punya daya tahan tinggi, apalagi bila ditopang dengan teknologi dan ekosistem yang inklusif," cetusnya.
Dukungan datang juga dari lembaga-lembaga seperti Accion, Women’s World Banking, dan Maj Invest.
"Mereka ikut membuktikan bahwa tata kelola dan transparansi seperti yang dimiliki Amartha adalah kunci membangun kepercayaan investor global," ujarnya.
Komisaris Utama Amartha, Rudiantara, menekankan bahwa di tengah gejolak ekonomi makro global, sektor mikro justru lebih stabil.
“Namun, menarik investor bukan hal mudah. Karena itu, penting bagi fintech seperti Amartha untuk menjalankan prinsip-prinsip GCG dan penyaluran pembiayaan yang bertanggung jawab," paparnya.
Selanjutnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Periode 2020-2024, Sandiaga Uno, yang juga bagian dari kepemimpinan forum ini, menyampaikan pentingnya mendorong entrepreneurial society agar perekonomian daerah menjadi lebih tangguh dan mandiri.
Forum ini juga membuka ruang diskusi strategis tentang regulasi, pembiayaan inklusif, teknologi dan AI, hingga peluang investasi di sektor akar rumput.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3274 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 761 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 698 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman