Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
5.000 Sate Ikan Gratis di Bulan Bung Karno Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 5.000 sate ikan tuna dan udang dibagikan secara gratis oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng kepada masyarakat, serangkaian peringatan Bulan Bung Karno pada Minggu (1/6) sore.
Ribuan sate itu dibagikan di RTH Taman Bung Karno, untuk menyosialisasikan agar masyarakat gemar mengonsumsi ikan sebagai pemenuhan kebutuhan gizi.
Kepala DKPP Buleleng, Gede Putra Aryana, dikonfirmasi Senin (2/6) mengatakan, ribuan sate disajikan hangat dengan dipanggang langsung di lokasi acara. Ikan yang digunakan pun berasal dari hasil tangkapan nelayan lokal.
"Kami hidangkan gratis untuk masyarakat umum dan petugas yang turut membantu. Ini bagian dari upaya memasyarakatkan budaya makan ikan dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat,” jelasnya.
Putra menambahkan, program bertajuk gemar makan ikan (gemarikan) ini selalu dihadirkan dalam setiap kegiatan pemerintah maupun event-event tertentu. Jenis ikan yang digunakan juga beragam, seperti tuna dan tongkol.
Program ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari upaya penanganan kasus stunting yang masih terjadi di Buleleng akibat kurangnya asupan gizi. Padahal, daerah ini memiliki garis pantai sepanjang 157 kilometer dengan produksi ikan hampir mencapai 18 ton per tahun.
"Ikan itu kaya vitamin, gizi dan sangat baik untuk pertumbuhan anak-anak. Jadi gemarikan ini harus digalakan terus," terangnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan