Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Belokan Angin Picu Hujan di Bali, Begini Penjelasan BBMKG
BERITABALI.COM, BADUNG.
Cuaca hujan yang terus mengguyur sebagian besar wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh fenomena belokan angin di sekitar wilayah Pulau Dewata.
Kondisi ini memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan, ditambah dengan tingginya kelembapan udara dari permukaan hingga lapisan atas atmosfer.
Menurut Diana Hikmah, prakirawan cuaca Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah III, fenomena tersebut masih sejalan dengan prakiraan musim kemarau tahun ini yang bersifat Atas Normal (AN), termasuk di wilayah Bali.
“Kondisi hujan seperti ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga tiga hari ke depan, namun dengan tren yang mulai menurun secara bertahap,” jelasnya, Kamis (26/6/2025).
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kemarin terpantau merata di sejumlah wilayah Bali. Kondisi ini juga berpotensi disertai petir atau kilat serta angin kencang.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan atau di daerah rawan longsor. Imbauan ini penting mengingat cuaca ekstrem dapat terjadi secara tiba-tiba.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2775 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1966 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun