Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Cuaca Buruk, Nelayan Pengambengan Hentikan Melaut
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi membuat aktivitas melaut nelayan di pesisir Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, terhenti. Para nelayan memilih bertahan di darat demi menjaga keselamatan.
Hal ini diungkapkan oleh Rofiq, salah satu nelayan Banjar Ketapang Lampu, Desa Pengambengan, pada Selasa (22/07/2025). Menurutnya, sejak awal Juli, kondisi cuaca di laut selatan Bali tidak bersahabat, sehingga banyak nelayan enggan mengambil risiko turun melaut.
“Kalau cuaca normal, saya bisa dapat sekitar lima ratus ribu sekali melaut. Tapi kalau cuaca begini, paling-paling cuma dapat tujuh puluh ribu, bahkan kadang rugi,” ujar Rofiq.
Meski penghasilan menurun drastis, para nelayan mengaku tetap bersyukur karena selama cuaca buruk, mereka hanya menghabiskan sekitar lima puluh ribu rupiah untuk bahan bakar, karena tak perlu melaut jauh.
Pantauan di lapangan, pesisir Desa Pengambengan tampak dipadati perahu-perahu yang parkir. Para nelayan hanya bisa menunggu cuaca kembali bersahabat agar dapat kembali mencari nafkah di laut.
“Keselamatan lebih penting, jadi lebih baik menunda melaut dulu meski penghasilan pas-pasan,” imbuh Rofiq.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun