Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Api Upacara Ngaben Diduga Picu Kebakaran 10 Are Lahan di Setra Desa Adat Penarukan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Lahan kering di area Setra Desa Adat Penarukan, Kecamatan Buleleng, terbakar pada Selasa (14/10) sore. Peristiwa ini diduga dipicu oleh api dari kegiatan upacara ngaben yang merambat ke semak-semak kering di sekitar lokasi.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalind Diaz, saat dikonfirmasi Rabu (15/10) membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kebakaran sempat membuat panik warga yang menghadiri upacara pengabenan.
"Warga sempat berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya, namun api sulit dipadamkan," jelas Iptu Yohana.
Kobaran api cukup besar dan menjalar cepat akibat kondisi lahan yang kering. Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 35 menit sebelum api berhasil dikendalikan sepenuhnya. Total lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 are.
"Walaupun tidak ada korban jiwa, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, agar lebih berhati-hati saat melakukan kegiatan yang melibatkan api di area terbuka. Khususnya saat musim kemarau," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2399 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1932 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun