Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Erupsi Gunung Semeru Tidak Ganggu Operasional Bandara Ngurah Rai
BERITABALI.COM, BADUNG.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, memastikan seluruh operasional penerbangan tetap berjalan normal meski Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Rabu (19/11/2025).
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab menegaskan bahwa aktivitas kedatangan maupun keberangkatan pesawat tidak mengalami hambatan.
“Seluruh operasional penerbangan berjalan normal dan lancar. Hingga sore ini tidak terdapat penerbangan yang terdampak,” ujar Ahmad Syaugi Shahab dalam keterangan tertulisnya di Badung.
Ia menjelaskan, pemantauan terus dilakukan melalui koordinasi dengan pihak maskapai, AirNav, dan otoritas terkait untuk memastikan penerbangan tetap aman. Kendati demikian, bandara mengimbau penumpang tetap mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal.
Pihaknya meminta calon penumpang agar datang lebih awal ke bandara, serta rutin memeriksa informasi terbaru dari maskapai untuk memastikan jadwal penerbangan, terutama jika terjadi perubahan kondisi cuaca mendadak.
Penegasan ini sekaligus memastikan bahwa aktivitas wisata di Bali tetap aman dan lancar, sehingga destinasi Pulau Dewata tetap nyaman dikunjungi wisatawan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2813 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun