Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Desa Adat Sebali Gelar Melasti ke Pantai Masceti Setiap 5 Tahun
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Krama Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang menggelar upacara Melasti sebagai bagian dari rangkaian penyucian menjelang Hari Suci Nyepi.
Prosesi sakral tersebut berlangsung khidmat dengan iring-iringan pralingga dan sesuhunan dari berbagai pura yang ada di wilayah desa adat menuju Pantai Masceti, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Senin (16/3).
Bandesa Desa Adat Sebali, I Ketut Mulia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Melasti kali ini turut diiringkan empat sesuhunan Barong serta sejumlah tapakan suci yang berasal dari sembilan pura pengempon Desa Adat Sebali.
"Seluruh pratima dan simbol-simbol suci tersebut diarak oleh krama menuju segara untuk disucikan sesuai dengan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun," jelasnya.
Menurutnya, prosesi Melasti yang dilaksanakan ke Pantai Masceti ini tidak digelar setiap tahun. Krama Desa Adat Sebali sepakat menggelarnya setiap lima tahun sekali karena persiapannya cukup besar serta melibatkan seluruh krama desa.
I Ketut Mulia menambahkan bahwa sebelumnya sempat muncul usulan agar Melasti dilakukan setiap tahun. Namun sebagian besar krama merasa pelaksanaan tahunan terlalu cepat sehingga akhirnya disepakati tetap digelar setiap lima tahun sekali.
Dalam pelaksanaannya, Desa Adat Sebali juga memiliki beberapa sumber mata air suci atau beji yang biasa digunakan untuk kegiatan penyucian.
"Biasanya, prosesi Melasti dilakukan secara bergantian di beji-beji tersebut sebelum akhirnya dilaksanakan ke segara," imbuh Ketut Mulia.
Bandesa Adat Sebali juga menyebutkan terdapat empat beji yang menjadi tempat pelaksanaan upacara penyucian bagi krama desa. Setelah seluruh beji tersebut digunakan secara bergiliran dalam rangkaian ritual, barulah prosesi Melasti dilaksanakan menuju laut atau segara.
"Upacara Melasti ini juga melibatkan seluruh krama dari tiga banjar yang berada di wilayah Desa Adat Sebali, yakni Banjar Sebali, Banjar Triwangsa, dan Banjar Bangkiang Sidem. Ketiga banjar tersebut turut ambil bagian dalam mempersiapkan hingga mengiringi jalannya prosesi ke tempat penyucian. Sementara pemuput upacara Ida Pedanda Istri Gria Santika Gadungan, Bresela, Payangan," tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan