Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Aksi Demo Mahasiswa Papua di Renon Ricuh, Polisi Tembakkan Water Cannon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Demo aksi Ikatan Mahasiswa dan Masyarakat Papua Bali (IMMAPA) Bali di Jalan Puputan, Renon, Denpasar, pada Senin 10 Juni 2024, terkait adanya perizinan perusahaan ilegal di hutan wilayah suku Awyu dan Moi, berlangsung ricuh.
Polisi terpaksa menembakkan water cannon untuk membubarkan pendemo. Puluhan pendemo sebelumnya berkumpul di parkiran Timur Lapangan Niti Mandala Renon sejak pukul 09.00 WITA. Mereka dikawal ketat ratusan aparat kepolisian dari Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Timur.
Baca juga:
Aksi Demo Tidak Hanya Dilakukan Buruh di Denpasar, Mahasiswa Papua dan Ormas PGN juga Ikut
Hadir di lokasi demo, Wakapolresta Denpasar AKBP Bayu Sutha, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Laorens Rajamangapul Heselo, hingga Kabagops Polrestam Denpasar Kompol I Ketut Tomiyasa.
Selanjutnya, mahasiswa Papua bergerak ke Jalan Puputan sembari menyampaikan aspirasi menggunakan sebagian badan jalan, lengkap dengan sepanduk dan poster.
Bertuliskan "Selamatkan Hutan Masyarakat Adat Papua". Hal itu berkaitan dengan adanya perusahaan ilegal yang diduga telah memakan tanah dan pembabatan hutan berskala besar 36 ribu hektar seluas Jakarta. Pendemo memberikan dukungan terhadap suku Awyu di Boven Digoel Papua selatan dan suku Moi di Sorong yang sedang menggugat di Mahkamah Agung (MA).
Namun, aksi demo tersebut berlangsung cukup lama. Bahkan, kepolisian beberapa kali meminta Mahasiswa Papua untuk menuntaskan aksi tersebut. Mirisnya, beberapa kali terjadi ketegangan antara massa aksi dengan aparat yang berjaga.
Hingga puncaknya sekitar pukul 14.30 WITA, kepolisian memutuskan untuk membubarkan demo tersebut. Pasukan berperisai kaca di garis depan diinstruksikan bergerak maju, sedangkan Mahasiswa Papua menolak untuk mundur.
Polisi pun mengerahkan mobil water cannon untuk membubarkan aksi massa. Tapi, para mahasiwa terus melakukan perlawanan dengan melemparkan batu, hingga kayu. Massa aksi mencoba masuk ke sebuah gang dan dapat ditenangkan.
Dari kericuhan itu, Polisi mengamankan sebanyak empat orang. Hingga akhirnya, massa menghentikan aksi demo dan membubarkan diri masing-masing. Ada yang diantar menggunakan truk oleh kepolisian, bahkan ada yang berjalan kaki sembari dikawal aparat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5349 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3442 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2256 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1045 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan