Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Balapan Liar di Depan Mapolres Tabanan
BeritaBali.com. Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Setelah satu korban melayang akibat trek-trekan liar di Pantai Selatan Tabanan, aksi trek-trekan anak muda sempat mereda. Namun belakangan ini aksi kebut-kebutan tersebut kembali marak. Parahnya, trek-trekan liar digelar di Jalan Pahlawan tepatnya di depan Mapolres Tabanan.
Tidak hanya di di depan hidung polisi, trek-trekan liar juga kerap dilakukan di jalur Tabanan-Penebel tepatnya di Desa Tuakilang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi trek-trekan itu kerap dilakukan menjelang tengah malam.
Kalau jalur di depan Mapolres starnya dari Taman Makam Pancakatirta dan finish di lampu merah sebelah barat kantor Bupati Tabanan,jelas salah satu sumber yang enggan disebutkan.
Aksi itu pun diwarnai dengan taruhan uang paling sedikit Rp 10 ribu hingga puluhan ribu.
Tidak takut ditangkap polisi?
Ia mengatakan sebelum aksi kebut-kebutan itu digelar terlebih dahulu disurvei apakah situasi aman atau tidak.
Paling satu putaran setelah itu jeda beberapa menit, kalau situasi aman baru lagi digelar,jelasnya dengan mantap.
Berbeda dengan aksi trek-trekan yang dilakukan di Tuakilang. Aksi kebut-kebutan jalur lurus Tabanan-Penebel ini sempat menjadi tontongan oleh warga setempat.
Seperti yang terjadi Sabtu malam (10/10) yang dimulai tengah malam hingga pukul 02.00 dini hari (minggu 11/10) .
Namun ketika polisi datang untuk mengamankan aksi tersebut, para pelaku trek-trekan itu kabur tunggang langgang.(nod)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan