Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Dipatok Ular Misterius, Dadong Rani Tewas
Pupuan
Senin, 3 Agustus 2009,
17:53 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Naas menimpa Ni Nyoman Rani (65), ia tewas setelah dipatok ular misterius, Senin (3/8). Mungkin saja nyawa dadong (nenek) renta dari Desa Sanda, Pupuan, ini bisa diselamatkan kalau saja cepat mendapatkan pertolongan.
Pasalnya di dua puksemas yang sempat disinggahi untuk berobat yakni Puskesmas Belimbing, Kecamatan Pupuan dan Puskesmas Bajera, Kecamatan Selemadeg tidak memiliki stok antiserum.
Dadong Rani kemudian dibawa ke BRSUD Tabanan yang ditempuh selama 1 jam dari Puskesmas Bajera. Sayang sebelum mendapatkan pertolongan di RSUD Tabanan, Dadong Rani telah tiada.
Sebelumnya, Dadong Rani ditemukan tergelegak di kebunnya sekitar pukul 11.00 Wita oleh saksi Made Rama (20). Saat itu saksi yang juga satu kampung dengan korban sedang melintas di sekitar kebun milik korban.
Karena melihat korban yang kejang-kejang, saksi kaget dan langsung menghubungi cucu korban Wayan Agus (20). Kejadian itu kemudian membuat warga sekitarnya heboh dan ikut membantu memberikan pertolongan kepada korban.
Korban kemudian dibawa berobat ke Puskesmas Belimbing, Kecamatan Pupuan. Karena tidak ada stok obat anti serum, keluarga korban kemudian meluncur ke Puskesman Bajera, di Kecamatan Selemadeg yang ditempuh selama 30 menit.
Kondisi di Puskesmas Bajera sama dengan kondisi di Puskesmas Blimbing yang tidak punya stok anti serum. Keluarga terpasksa membawa korban berobat di RSUD Tabanan yang ditempuh sekitar satu jam dari Bajera, Kecamatan Selemdeg. Belum sempat mendapatkan pertolongan di RSUD Tabanan, Dadong Rani keburu dipanggil Yang Kuasa.
Menurut penuturan keluarga korban, meninggalnya nenek mereka lantaran dipatok ular pada punggung kaki kirinya. Keluarga korban pun menyatakan korban terlambat mendapatkan pertolongan di dua Puskesmas. Kini jenasah korban telah dibawa ke rumah duka di Desa Sanda, Kecamatan Pupuan. (nod)
Pasalnya di dua puksemas yang sempat disinggahi untuk berobat yakni Puskesmas Belimbing, Kecamatan Pupuan dan Puskesmas Bajera, Kecamatan Selemadeg tidak memiliki stok antiserum.
Dadong Rani kemudian dibawa ke BRSUD Tabanan yang ditempuh selama 1 jam dari Puskesmas Bajera. Sayang sebelum mendapatkan pertolongan di RSUD Tabanan, Dadong Rani telah tiada.
Sebelumnya, Dadong Rani ditemukan tergelegak di kebunnya sekitar pukul 11.00 Wita oleh saksi Made Rama (20). Saat itu saksi yang juga satu kampung dengan korban sedang melintas di sekitar kebun milik korban.
Karena melihat korban yang kejang-kejang, saksi kaget dan langsung menghubungi cucu korban Wayan Agus (20). Kejadian itu kemudian membuat warga sekitarnya heboh dan ikut membantu memberikan pertolongan kepada korban.
Korban kemudian dibawa berobat ke Puskesmas Belimbing, Kecamatan Pupuan. Karena tidak ada stok obat anti serum, keluarga korban kemudian meluncur ke Puskesman Bajera, di Kecamatan Selemadeg yang ditempuh selama 30 menit.
Kondisi di Puskesmas Bajera sama dengan kondisi di Puskesmas Blimbing yang tidak punya stok anti serum. Keluarga terpasksa membawa korban berobat di RSUD Tabanan yang ditempuh sekitar satu jam dari Bajera, Kecamatan Selemdeg. Belum sempat mendapatkan pertolongan di RSUD Tabanan, Dadong Rani keburu dipanggil Yang Kuasa.
Menurut penuturan keluarga korban, meninggalnya nenek mereka lantaran dipatok ular pada punggung kaki kirinya. Keluarga korban pun menyatakan korban terlambat mendapatkan pertolongan di dua Puskesmas. Kini jenasah korban telah dibawa ke rumah duka di Desa Sanda, Kecamatan Pupuan. (nod)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3324 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026