Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
Dipatok Ular Misterius, Dadong Rani Tewas
Pupuan
Senin, 3 Agustus 2009,
17:53 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Naas menimpa Ni Nyoman Rani (65), ia tewas setelah dipatok ular misterius, Senin (3/8). Mungkin saja nyawa dadong (nenek) renta dari Desa Sanda, Pupuan, ini bisa diselamatkan kalau saja cepat mendapatkan pertolongan.
Pasalnya di dua puksemas yang sempat disinggahi untuk berobat yakni Puskesmas Belimbing, Kecamatan Pupuan dan Puskesmas Bajera, Kecamatan Selemadeg tidak memiliki stok antiserum.
Dadong Rani kemudian dibawa ke BRSUD Tabanan yang ditempuh selama 1 jam dari Puskesmas Bajera. Sayang sebelum mendapatkan pertolongan di RSUD Tabanan, Dadong Rani telah tiada.
Sebelumnya, Dadong Rani ditemukan tergelegak di kebunnya sekitar pukul 11.00 Wita oleh saksi Made Rama (20). Saat itu saksi yang juga satu kampung dengan korban sedang melintas di sekitar kebun milik korban.
Karena melihat korban yang kejang-kejang, saksi kaget dan langsung menghubungi cucu korban Wayan Agus (20). Kejadian itu kemudian membuat warga sekitarnya heboh dan ikut membantu memberikan pertolongan kepada korban.
Korban kemudian dibawa berobat ke Puskesmas Belimbing, Kecamatan Pupuan. Karena tidak ada stok obat anti serum, keluarga korban kemudian meluncur ke Puskesman Bajera, di Kecamatan Selemadeg yang ditempuh selama 30 menit.
Kondisi di Puskesmas Bajera sama dengan kondisi di Puskesmas Blimbing yang tidak punya stok anti serum. Keluarga terpasksa membawa korban berobat di RSUD Tabanan yang ditempuh sekitar satu jam dari Bajera, Kecamatan Selemdeg. Belum sempat mendapatkan pertolongan di RSUD Tabanan, Dadong Rani keburu dipanggil Yang Kuasa.
Menurut penuturan keluarga korban, meninggalnya nenek mereka lantaran dipatok ular pada punggung kaki kirinya. Keluarga korban pun menyatakan korban terlambat mendapatkan pertolongan di dua Puskesmas. Kini jenasah korban telah dibawa ke rumah duka di Desa Sanda, Kecamatan Pupuan. (nod)
Pasalnya di dua puksemas yang sempat disinggahi untuk berobat yakni Puskesmas Belimbing, Kecamatan Pupuan dan Puskesmas Bajera, Kecamatan Selemadeg tidak memiliki stok antiserum.
Dadong Rani kemudian dibawa ke BRSUD Tabanan yang ditempuh selama 1 jam dari Puskesmas Bajera. Sayang sebelum mendapatkan pertolongan di RSUD Tabanan, Dadong Rani telah tiada.
Sebelumnya, Dadong Rani ditemukan tergelegak di kebunnya sekitar pukul 11.00 Wita oleh saksi Made Rama (20). Saat itu saksi yang juga satu kampung dengan korban sedang melintas di sekitar kebun milik korban.
Karena melihat korban yang kejang-kejang, saksi kaget dan langsung menghubungi cucu korban Wayan Agus (20). Kejadian itu kemudian membuat warga sekitarnya heboh dan ikut membantu memberikan pertolongan kepada korban.
Korban kemudian dibawa berobat ke Puskesmas Belimbing, Kecamatan Pupuan. Karena tidak ada stok obat anti serum, keluarga korban kemudian meluncur ke Puskesman Bajera, di Kecamatan Selemadeg yang ditempuh selama 30 menit.
Kondisi di Puskesmas Bajera sama dengan kondisi di Puskesmas Blimbing yang tidak punya stok anti serum. Keluarga terpasksa membawa korban berobat di RSUD Tabanan yang ditempuh sekitar satu jam dari Bajera, Kecamatan Selemdeg. Belum sempat mendapatkan pertolongan di RSUD Tabanan, Dadong Rani keburu dipanggil Yang Kuasa.
Menurut penuturan keluarga korban, meninggalnya nenek mereka lantaran dipatok ular pada punggung kaki kirinya. Keluarga korban pun menyatakan korban terlambat mendapatkan pertolongan di dua Puskesmas. Kini jenasah korban telah dibawa ke rumah duka di Desa Sanda, Kecamatan Pupuan. (nod)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5989 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2652 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2312 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026