Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Ditinggal Pemilik, Rumah di Kerambitan Hangus Terbakar
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sebuah rumah di Banjar Dinas Dukuh Gede, Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan yang berukuran sekitar 6 x 8 meter pada Jumat, (29/3) sekitar Pukul 20.15 WITA terbakar.
Rumah permanen ini ludes terbakar. Sementara, pemilik rumah tidak ada karena sedang keluar.
Informasi yang berhasil dihimpun, pada saat kejadian tersebut pemilik rumah atas nama Ni Wayan Sueri, 58 tahun tidak ada di rumahnya. Korban dihubungi oleh tetangganya.
Setelah mendengar informasi tersebut korban bersama anaknya langsung menuju rumah dan setibanya di rumah, korban melihat rumahnya sudah dalam keadaan terbakar.
Api sudah besar dan sudah menjalar keseluruh bagian rumah, setelah itu warga sekitar langsung melaporkan ke Polsek Kerambitan guna penanganan lebih lanjut.
Sekitar setengah jam kemudian pemadam kebakaran Pemkab Tabanan tiba di lokasi pada Pukul 20.45 WITA. Api berhasil dipadamkam dengan tiga armada beberapa saat kemudian.
Kapolsek Kerambitan Kompol I Gusti Putu Sudara membenarkan peristiwa itu. Dari perhitungan sementara, korban mengalami kerugian hingga Rp 200 juta.
“Untuk penyebabnya, sementara diperkirakan karena arus pendek listrik,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut korban tidak melakukan laporan resmi kepada pihak kepolisian dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah. “Tidak ada laporan resmi dari korban,” ujar Kompol Sudara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan