Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dua Jam, Dua Tewas Di Jalan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kecelakaan maut yang menelan korban jiwa kembali terjadi di Jembrana. Kali ini dalam 2 jam, 2 nyawa menjadi korban sia-sia di jalan raya dalam 2 kecelakaan yang berbeda.
Kecelakaan pertama terjadi pukul 11.30 di kilometer 85, Desa Penyaringan yang menewaskan Guru Putu Suardi (90), warga Dusun Anyar Tembles, Penyaringan, Mendoyo. Kecelakaan berawal dari Pekak Suardi yang menaiki sepeda gayung melaju pelan dari arah timur di sisi selatan jalan. Setibanya di TKP dari arah belakang meluncur sebuah truk tak dikenal dan bermaksud menyalip si pekak.
Namun naas sepeda pekak tersenggol truk tersebut lantaran saat menyalip truk kurang mengambil haluan kekanan. Suardi terjatuh dan mengalami luka lecet di puggung dan pinggangnya bengkak. "Korban sempat dirawat di rumah sakit, namun kesadaranya terus menurun dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya,"ujar Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Wahyu Tri Cahyono, didampingi Kanit Laka Ipda I Made Swandra, seizin Kepolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana, Rabu (24/12).
Sedangkan kecelakaan kedua terjadi pukul 13.30 yang merenggut nyawa Arif Sudarto (41), warga Jalan Kusuma Bangsa I Denpasar Utara. Arif meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan di kilometer 105, Desa Tukadaya, Melaya.
Menurut Cahyono kecelakaan itu berawal dari Sudarto yang mengendarai sepeda motor Honda Supra DK 8522 A dengan membonceng Lailiyah (39) asal Desa Macan Putih, Kabat, Banyuwangi, melaju dari arah timur dengan kecepatan tinggi. Memasuki TKP yang merupakan tikungan tajam ke kiri Sudarto tidak bisa menguasai kendaraannya lalu masuk ke jalur kanan.
Sialnya, pada saat bersamaan dari arah berlawanan muncul truk N 8756 UR yang dikemudikan oleh Moh. Solihin (39) asal Tegalrejo, Probolinggo, sehingga tabrakan hebat tidak bisa dihindari.
Akibat kecelakaan tersebut Sudarto tewas di TKP dengan kepala belakangnya pecah, lehernya patah, pendarahan dari hidung dan luka robek pada dagunya. "Sudarto tidak sempat ditolong, dia meninggal di TKP karena lukanya sangat parah. Sedangkan Lailiyah mengalami luka pada lutut dan paha kanannya saja,"terangnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan