Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dua Pengidap Tumor Berharap Bantuan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dua warga Jembrana pengidap tumor getah bening dan tumor tulang hanya bisa pasrah untuk menunggu nasibnya. Mereka tidak bisa berbuat banyak lantaran keterbatasan biaya yang dimilikinya.
Adalah I Made Handayana (12), siswa kelas V SDN 3 Dangintukadaya, Jembrana sudah sejak duduk di bangku TK mengalami tumor getah bening sehingga leher bagian kirinya tampak membesar. Tumor tersebut memang sempat kempes setelah dioperasi namun belakangan kembali membesar. Untuk melakukan operasi lagi kedua orang tua Handayana I Nengah Sedana dan Ni Wayan Tarsi mengaku tidak memiliki biaya.
Ketika ditemui di sekolahnya, Senin (15/12) Handayana tampak ceria seperti tidak terpengaruh atas tumor yang dideritanya. Kendatipun demikian, akibat semakin membesarnya tumor tersebut, Handayana tidak bisa beraktivitas sebebas teman-teman lainnya. "Saya sedikitpun tidak merasa minder dengan sakit yang saya derita," ujarnya lugu.
Menurut Ketut Sorden, kepala sekolah di SD tersebut, Handayana adalah anak yang periang dan cerdas. "Meski pada lehernya terdapat benjolan namun anak itu tidak pernah minder. Bahkan semangat belajarnya begitu tinggi," ujar Sorden.
Menurut Sorden, pihaknya sudah berusaha mengkoordinasikan dengan petugas medis yang biasa ke sekolahnya, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut maupun bantuan dari pemerintah. "Dokter spesialis sudah beberapa kali datang ke sekolah untuk memeriksanya tetapi tidak ada kelanjutan. Kami juga sudah berusaha untuk mengusulkan Handayana agar mendapatkan beasiswa siswa berprestasi dan menghimpun sumbangan para guru untuk meringankan beban Handayana. Namun rupanya pengobatan itu memang memerlukan banyak biaya, " terang Sorden.
Sementara itu, di Lingkungan Asri timur, Gilimanuk, Melaya, Abduk Mudofar (19) hanya bisa tergolek lemas di tempat tidurnya. Mudofar mengidap tumor tulang pada bagian betis kirinya sehingga dia tidak bisa berjalan. Khoyima, ibu Mudofar, mengaku tidak memiliki biaya untuk mengobati penyakit yang diderita anaknya. "Kami dari keluarga miskin yang tidak punya cukup biaya untuk mengobati penyakit anak saya itu," ujarnya pasrah.
Sementara itu Kadis Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Jembrana, dr. Putu Suasta saat dikonfirmasi, Senin (15/12) mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan, namun pihaknya berjanji akan mengecek informasi tersebut. "Saya belum terima laporan itu, nanti coba saya tanyakan kepada kabid yang membidanginya," ujar Suasta.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan