Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Empat Pendaki Tersesat di Gunung Sanghyang
BERITABALI.COM, TABANAN.
Setelah sempat mencapai puncak Gunung Sanghyang, Tabanan, sebanyak empat pendaki justru tersesat saat hendak kembali turun pada Selasa (26/3).
Dimana puncak gunung tersebut berada pada ketinggian kurang lebih 2.082 Mdpl. Identitas para korban tersesat atas nama, A.A. Sukarata, 55 tahun, I Made Sustrawan 50 tahun, Wayan Sudana, 52 tahun dan Ketut Dapur, 50 tahun.
Informasi pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) Selasa pagi pada Pukul 05.20 WITA dari Pos Polisi Pancasari.
"Dari laporan yang kami terima diketahui kronologisnya, keempat orang mulai berangkat hari Minggu, (24/3) Pukul 07.00 WITA, dan sempat menghubungi keluarga pada hari Senin Pukul 13.00 WITA, mengatakan sudah berada di puncak Gunung Sanghyang," ujar Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya.
Saat di puncak itulah kontak terakhir dengan pihak keluarga dan selanjutnya tidak ada kabar hingga saat ini.
Menindaklanjuti laporan itu, Kantor Basarnas Bali memberangkatkan 10 personil dari Pos SAR Buleleng. Pada Pukul 06.45 WITA, tim tiba di Pos Pelayanan Pemandu Wisata Alam Danau Buyan Tamblingan dan langsung berkoordinasi dengan pihak terkait dan unsur SAR lainnya, serta keluarga korban untuk merencanakan sistem pencarian.
Selanjutnya mereka bergeser ke tempat kendaraan korban terparkir, untuk nanti memulai pendakian di sekitar titik tersebut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 733 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan