Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 22 Agustus 2026
Gekraf Badung Gelar Workshop Food Fotography, Bahas Teknik Pencahayaan hingga Hadapi Klien
beritabali/ist/Gekraf Badung Gelar Workshop Food Fotography, Bahas Teknik Pencahayaan hingga Hadapi Klien.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) Badung mengadakan workshop bertajuk Food Fotography di Hippie Fish Jalan Pantai Prerenan, Kecamatan Mengwi, Badung, Sabtu (20/4/2024).
Ketua Gekraf Badung I Ketut Subawa mengatakan kegiatan yang bekerja sama dengan Sinar Photo ini merupakan workshop dan sesi sharing Food Fotography.
Adapun materi yang dibahas adalah teknik Mix Light Shoot atau pengaturan pencahayaan kamera dengan narasumber fotografer Bayu Gunadharma.
Acara yang membahas mengenai teori dan praktik dalam fotografi yang khusus tentang kuliner banyak diminati karena terbuka untuk umum. Namun demikian karena keterbatasan tempat, maka peserta diseleksi menjadi 15-20 orang.

"Akhirnya kita batasi memang benar-benar peserta yang berminat dan spesialis di food fotography," ujarnya.
Subawa menjelaskan ada 17 sub bidang ekonomi kreatif di mana salah satunya adalah videografi dan fotografi. Sebelumnya Gekraf Badung sudah melakukan workshop tentang fesyen fotografi, dan kali ini giliran mengangkat tentang food fotography.
"Kalau melihat profesi fotografer saat ini sudah banyak terspesialisasi ada fotografer wedding, fesyen, hospitality. Kita bertahap sesuai usulan teman-teman juga dan sesuai keadaan di lapangan, kita akan terus gencarkan workshop fotografi ini," sebutnya.
Dengan mengikuti pelatihan, diharapkan para pemula, penghobi, dan kreator konten bisa diberi materi penguatan baik dari sisi teknik sekaligus sebagai ajang tukar pengalaman dan sharing gagasan bagaimana perkembangan food fotography ke depan.
"Ada banyak materi di ekraf ini cuma kita ambil bertahap," sebutnya.
Ia mengharapkan melalui kegiatan ini dapat bermanfaat bagi peserta fotografer yang memilih jalur food fotography di mana tidak hanya tentang teori, namun hasil dari sesi praktik dalam workshop bisa dipakai sebagai port folio.
Sementara, Bayu Gunadharma sebagai narasumber mengungkapkan adapun pembahasan dari diskusi workshop lebih kepada sumber pencahayaan baik dari available light dari matahari atau lampu ruangan, kemudian dibantu dengan artificial lighting atau lampu yang sudah disiapkan.
Dalam sesi sharing terungkap sejumlah kendala dalam food fotography di antaranya bagaimana membuat lightning untuk foto itu sendiri, bagaimana memotret file aman, teknik white balance, dan bagaimana menghadapi klien.

Dibandingkan fotografi wedding, Bayu menilai food fotography lebih menarik dan banyak tantangannya. "food fotography ada 3 genre yakni UMKM, resto cafe, dan hoteliers, sekarang tinggal pilih mau di bidang mana, masing-masing punya tingkat kesulitan yang beda dalam menghadapi klien," sebutnya.
Meski demikian, peluang segmen fotografi kuliner ini sangat terbuka lebar karena di Bali terutama daerah pariwisata banyak berderet usaha kuliner dari mulai kafe hingga restoran.
"Sekarang tergantung dari mereka bagaimana bagaimana membuat por folio menarik klien di sosial media dan bagaimana memasarkannya," ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena banyak workshop fotografi tapi jarang yang mengangkat food fotography.
"Padahal mereka butuh informasi, bagaimana menghandle klien, bagaimana membuat foto yang bagus membuat, market itu ada," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4614 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2418 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2073 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1674 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1115 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun