Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Jalur Setan Telan 3 Korban
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jalur setan Denpasar-Gilimanuk kembali memakan korban. Hanya berselang kurang dari 24 jam, 3 orang tewas sia-sia dalam 2 kecelakaan di 2 tempat yang berbeda.
Komang Sumayasa (23) warga Dusun Dalem, Duda, Selat, Karangasem tewas mengenaskan pada kecelakaan yang terjadi di km 69-70 tepatnya di Dusun Dauh Pangkung, Pekutatan pada Senin (19/1) pagi. Dari informasi yang diperoleh di TKP, kecelakaan berawal dari kecerobohan sopir Nissan B B9394 JK, Suparman Sumantoro (37), warga Perum Telaga Harapan E8/17, Tegal Murni, Cikarang Barat, Bekasi, Jabar saat menyalip truk tak dikenal yang melaju di depannya.
Saat menyalip, truk Nissan yang memuat 5 unit kendaraan tersebut meluncur dari arah barat menuju Denpasar mengambil haluan terlalu ke kanan. Memasuki TKP, dari arah yang berlawanan muncul Sumayasa yang mengendarai sepeda motor Honda DK 2025 MJ dengan membonceng rekan perempuannya, Putu Rina Indrayani (17), warga Pangyangan, Pekutatan. Tak ayal, kecelakaan adu jangkrikpun terjadi yang membuat Sumayasa tewas saat menuju ke RSUD Negara sedangkan Putu Rina Indrayani tewas menyusul Sumayasa setelah beberapa jam sempat dirawat di RSUD Negara.
Beberapa jam sebelumnya, terjadi kecelakaan di km 73-74 wilayah Desa Yeh Sumbul, Mendoyo yang menewaskan Chopiah (29), warga alamat Dusun Blokagung, Karang Doro Tegalsari, Banyuwangi. Dari informasi yang dikumpulkan, kecelakaan berawal saat Chopiah yang mengendarai sepeda motor DK 5120 ER melaju dari arah barat berusaha menyalip Mitsubishi Kuda L 2264 GZ yang dikemudikan oleh I Gde Wayan Gunawan, warga Desa Klating, Kerambitan, Tabanan di TKP yang bermedan tikungan tajam ke kiri. Lalu pada saat yang bersamaan dari arah yang berlawanan meluncur truk Hino DK 8796 WA yang dikemudikan oleh I Gede Yasa (38), warga Dusun Taman, Tuwed Merlaya.
Alhasil, tabrakan hebatpun tidak terhindarkan. Chopiah tewas mengenaskan di TKP setelah mengalami luka parah, pendarahan dari hidung dan telinga, serta luka luka pada kedua tangan, kaki serta bahu bengkak.
Sementara itu, Kanit Lantas Iptu Made Suwandra mendampingi Kasat Lantas AKP Wahyu Eko seijin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi, Senin (19/1) membenarkan terjadinya 2 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Jembrana. "Saat ini masih dalam proses penyelidikan," Suwandra.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan