Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Jembrana Perkuat Toleransi Lewat Silaturahmi dan Halal Bihalal
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Komitmen dalam merawat toleransi serta semangat menyame braya di Kabupaten Jembrana terus diperkuat. Hal ini tercermin dalam momen silaturahmi sekaligus halal bihalal Idulfitri yang digelar di kediaman Lurah Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Selasa (1/4/2025).
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan dihadiri berbagai tokoh, termasuk anggota DPRD, Lurah Loloan Barat dan Loloan Timur, Bendesa Adat Lokasari beserta jajaran, tokoh agama, tokoh pemuda, serta unsur masyarakat lainnya.
Seluruh tokoh yang hadir menegaskan komitmen dalam menjaga toleransi yang telah terjalin dengan baik di Jembrana. Upaya tersebut juga mencakup persiapan agar pelaksanaan Hari Raya Nyepi ke depan dapat berlangsung lebih baik.
Keberagaman adat dan agama menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kelurahan Loloan Timur dan Loloan Barat. Ikatan kebersamaan ini telah terjalin erat dengan konsep menyame braya yang diwariskan secara turun-temurun.
"Kami melakukan evaluasi terhadap kegiatan keagamaan yang telah berjalan. Ke depannya, kami akan berupaya meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak agar setiap perayaan hari besar tetap mengedepankan humanisme serta dapat terlaksana dengan lebih baik," ujar Lurah Loloan Timur, Syukron Hadiwijaya.
Bendesa Adat Lokasari, I Nengah Mahadiarta, menekankan bahwa pelaksanaan hari raya, khususnya Nyepi di wilayah Loloan Timur, memerlukan tingkat toleransi yang tinggi. Saling menghormati kepercayaan masing-masing menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.
"Harapan kami ke depan adalah menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian Hari Raya Nyepi dengan memperkuat komunikasi antara seluruh elemen masyarakat," tuturnya.
Mahadiarta menambahkan, adanya kesepakatan antara seluruh tokoh di Loloan Timur menjadi langkah penting dalam mempertahankan nilai toleransi yang telah berjalan lama, agar dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Kami bersama Lurah, tokoh masyarakat, serta sesepuh Alim Ulama di Loloan Timur dan Loloan Barat sepakat untuk terus menjaga kebersamaan serta mempererat keharmonisan yang telah terjalin sejak dulu melalui silaturahmi," ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5894 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4623 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2591 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2233 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2208 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan