Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kawin Diam-Diam, 2 Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lantaran tidak terima dengan perkawinan diam-diam yang
dilakukan oleh 2 oknum anggota Polres Jembrana yakni Bripda IGT dengan Bripda NDP, warga Desa Perancak, Negara mengadukannya ke Polda Bali. Pengaduan tersebut juga ditembuskan kepada Kapolri, Wakapolda, Kadit Pers, Dir IPP, Kabid Propam, Kabid Binkum Polda Bali dan Kapolres Jembrana
I Ketut Sudiardiata, perwakilan warga yang melayangkan pengaduan tersebut, Selasa (30/120 mengatakan selain mengadukan IGT dan NDP, pihaknya juga mengadukan ayah IGT, Brigadir INW, oknum anggota P3D Polres Jembrana, karena mengawinkan anaknya secara sembunyi-sembunyi.
"Ketiganya kita adukan supaya diproses karena sudah melanggar 3 norma yakni etika, hukum dan adat. Kami
merasa sangat tersinggung dengan perbuatan oknum anggota Polres Jembrana yang tidak menunjukan sikap sebagai aparat penegak hukum," tandasnya.
Menurut Sudiardiata, kejadian ini berawal dari digelarnya perkawinan antara Bripda IGT dengan Bripda NDP secara diam-diam di rumah Brigadir INW pada Senin (1/12) sekitar pukul 14.00 lalu.
Dikatakan diam-diam, lantaran tidak satupun perangkat desa dinas dan adat mengetahuinya sehingga otomatis perkawinan itu tidak sah atau tidak sesuai dengan aturan hukum.
"Hal ini membuat keseimbangan desa terganggu (leteh). Perkawinan tanpa sepengetahuan perangkat dinas dan adat ini jelas sudah melanggar etika dan aturan adat," tandasnya.
Perkawinan ini, kata Sudiardiata, terpaksa dilakukan, lantaran Bripda NPD yang masih dalam ikatan dinas sudah hamil
sekitar 6 bulan.
"Sepengetahuan kami, anggota polisi yang masih dalam ikatan
dinas tidak boleh menikah," terangnya.
Sementara itu Brigadir INW, ketika dikonfirmasi, Selasa (30/12) mengatakan, perkawinan anaknya itu memang belum dilaporkan ke dinas baik di desa maupun ke satuannya karena upacaranya baru di tingkat 'pewarangan'.
"Kami memang belum melapor ke dinas karena upacara baru di tingkat pewarangan. Saya masih mengkoordinasikan dengan pihak-pihak, terkait," ujarnya singkat.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan