Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kedubes 3 Negara NATO di Ukraina Ikut Tutup Imbas Ancaman Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kedutaan besar milik tiga negara Eropa di Ukraina ditutup untuk umum menyusul sirene peringatan serangan udara yang beberapa kali berbunyi sepanjang malam di Ibu Kota Kyiv, Rabu (20/11).
Kedutaan Besar Yunani di Kyiv memberi tahu CNN bahwa mereka akan tutup pada Rabu karena alasan "keamanan."
Sama seperti Yunani, Kedutaan Besar Spanyol di Kyiv juga menutup operasional layanan umum pada Rabu setelah menerima informasi tentang ancaman serangan udara besar-besaran ke ibu kota, menurut laporan outlet Spanyol EFE.
Tak berbeda jauh dari Yunani dan Spanyol, kedutaan besar Italia juga menutup layanan publik karena "kemungkinan serangan udara intensitas tinggi"
Keputusan Yunani, Italia, dan Spanyol - tiga anggota NATO - untuk menutup kedutaan mereka mengikuti peringatan Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa pihaknya menerima informasi tentang kemungkinan serangan udara besar-besaran Rusia di Kyiv.
AS bahkan sudah lebih dulu menutup kedutaan besarnya di Kyiv.
Melalui situs webnya, Kedubes AS menyatakan bahwa operasional mereka hari ini dihentikan dan seluruh staf kedutaan diminta untuk berlindung.
"Kedutaan Besar AS diKyiv telah menerima informasi spesifik mengenai ancaman serangan udara yang signifikan pada 20 November. Untuk berhati-hati, Kedutaan Besar akan ditutup dan karyawan Kedubes diinstruksikan berlindung," demikian pernyataan Kedubes AS, seperti dikutip AFP.
Kedubes AS juga menyampaikan warga Amerika Serikat di Ukraina diimbau bersiap untuk segera berlindung apabila menerima pengumuman peringatan udara.
Penutupan kantor Kedubes AS ini terjadi setelah Rusia memperingatkan pada Selasa (19/11) bahwa mereka akan merespons serangan rudal jarak jauh Ukraina ke wilayahnya, yang untuk pertama kalinya ditembakkan dalam invasi ini. Serangan itu pun menggunakan rudal buatan AS, ATACMS.
Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Ukraina mendapat izin dari Presiden AS Joe Biden untuk menggunakan ATACMS dalam perangnya melawan Rusia. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5894 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4623 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2591 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2233 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2208 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan