Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Kegiatan Upacara Dibatasi, Pesanan Pengrajin Gerabah di Kapal Menurun
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sejak Covid-19 menerpa, beberapa lini usaha mati suri di Bali. Tidak terkecuali usaha gerabah perlengkapan upakara di Banjar Basang Tamiang, Kelurahan Kapal, Desa Kapal, Kabupaten Badung.
Seorang pengrajin dan pelaku usaha gerabah di desa setempat, I Ketut Subrata menyampaikan, hal ini tentunya berdampak penurunan permintaan sejak pandemi mendera. Hal tersebut disebabkan karena adanya pembatasan kegiatan serta keramaian yang akhirnya berdampak ke pembatasan kegiatan adat terutama Pitra Yadnya, dimana permintaan produk gerabah paling banyak dibutuhkan dalam upakara tersebut.
"Ya, tentu menurun pesanannya karena tidak ada upakara ngaben massal saat ini," sebutnya.
Sebelum pandemi, kata dia, pesanan datang dari sebagian daerah di Bali, sekali pesan bisa mencapai ratusan biji gerabah bisa terjual mulai dari, Coblong, Payuk Pere, Caratan alit, Paso dan Senden.
"Langganan ada dari Karangasem, Buleleng, Klungkung dan beberapa daerah lainnya di Bali. Tentu semua tergantung dari pesanan, biasanya paling ramai pada bulan Agustus dan September," ujarnya.
Dalam kondisi seperti saat ini, ia hanya bersyukur dan berharap bisa tentu tetap berkarya dan mendapat cukup penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli