Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kematian Karang Terbesar di Great Barrier Reef
Rabu, 30 November 2016,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com - Brisbane. Lautan hangat di sekeliling Great Barrier Reef, Australia, telah membunuh dua pertiga dari bentangan karang sepanjang 700 kilometer tersebut dalam sembilan bulan terakhir.
Ini menjadi kematian karang terburuk yang pernah tercatat di situs Warisan Dunia itu menurut para ilmuwan, Selasa (29/11).
Temuan mereka mengenai kematian terumbu karang utara itu menjadi pukulan telak bagi pariwisata di terumbu karang yang menurut laporan Deloitte Access Economics tahun 2013 telah menarik pembelanjaan dana sekitar 5,2 miliar dolar Australia atau sekitar Rp52,5 triliun setiap tahun.
"Karang pada dasarnya seperti dimasak," kata Profesor Andrew Baird, seorang peneliti di James Cook University di Townsville, Queensland, Australia, yang menjadi bagian dari survei terumbu karang, kepada kantor berita Reuters.
Profesor Baird mengatakan bahwa kematian karang itu 'hampir pasti' merupakan yang terbesar yang pernah dicatat di manapun karena ukuran Barrier Reef, yang luasnya 348 ribu km2, merupakan terumbu karang terbesar di dunia.
Pemutihan terjadi ketika air terlalu hangat, memaksa karang mengusir alga hidup dan menyebabkan karang mengapur dan menjadi putih.
Pemutihan ringan koral bisa pulih jika temperatur turun.
Meski ada pemutihan yang terjadi secara alami, para ilmuwan khawatir peningkatan suhu laut akibat pemanasan global memperbesar kerusakan, membuat ekosistem peka di bawah laut tidak bisa pulih.
Komite Warisan Dunia UNESCO tidak lagi semacam menempatkan Great Barrier Reef dalam daftar 'dalam bahaya' pada akhir Mei namun meminta pemerintah Australia menyampaikan kemajuan upaya penyelamatan terumbu karang tersebut.
Australia akan mengajukan perbaruan itu pada Jumat menurut juru bicara Kementerian Lingkungan Josh Frydenberg.
Pada Juni lalu, selama masa kampanye pemilihan umum, Perdana Menteri Malcolm Turnbull menjanjikan dana sebesar 1 miliar dolar Australia untuk melindungi terumbu karang.
Para ilmuwan iklim berpendapat peningkatan karbon dioksida di atmosfer menjebak panas yang memancar dari Bumi, menciptakan pemanasan global.
Australia adalah salah satu pembuang karbon per kapita terbesar karena ketergantungannya pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.
"Perubahan iklim membunuh Great Barrier Reef," kata ahli lingkungan Charlie Wood, direktur 350.org, sebuah gerakan anti-bahan bakar fosil.
Menurutnya, penambangan dan pembakaran batu bara, minyak dan gas secara berlanjut merupakan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki lagi pada iklim.
"Jika kita ingin anak-anak kita menikmati Great Barrier Reef hingga generasi selanjutnya, kita harus bertindak sekarang untuk menjaga bahan bahan fosil tetap berada di dalam tanah," kata Wood dalam satu pernyataan yang dikirim via email kepada kantor berita Reuters. [idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026