Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ketut Andika PMI Meninggal asal Jembrana Dikenal Tulang Punggung Keluarga
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Keluarga besar I Ketut Andika Yasa (26), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banjar Sarikuning, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, tengah dirundung duka mendalam.
Ardika meninggal dunia secara mendadak saat berada di atas kapal pesiar pada 23 November 2024. Kabar kepergian Andika yang mengejutkan ini langsung menggemparkan keluarga dan kerabat dekatnya.
I Ketut Widiastra, orangtua Ardika, saat ditemui di rumahnya mengungkapkan anak bungsu dari empat bersaudara tersebut dikenal sebagai sosok yang sehat dan pekerja keras.
"Kami sangat terkejut mendengar kabar ini. Ardika selalu terlihat sehat dan bugar. Sebelum berangkat bekerja ke kapal pesiar, Ardika juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat," ujar Widiastra.
Menurut keterangan keluarga, sebelum kejadian tragis itu, Andika sempat melakukan video call dengan keluarganya. "Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Ardika terlihat sehat dan bugar," lanjut Widiastra.
Beberapa jam setelah percakapan tersebut, keluarga menerima kabar duka bahwa Andika meninggal dunia akibat serangan jantung.
Kepergian Ardika meninggalkan luka yang sangat mendalam, terutama bagi sang istri dan dua anaknya yang masih balita. Andika dikenal sebagai tulang punggung keluarga dan sosok yang sangat dicintai oleh orang-orang terdekatnya.
Jenazah Ardika dijadwalkan akan tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai pada Jumat, 20 Desember 2024 sekitar pukul 19.10 WITA. Sesampainya di Bali, jenazah akan disemayamkan di rumah duka sebelum dilakukan upacara pengabenan di Setra Adat Taman Sari pada Minggu, 22 Desember 2024.
Widiastra menambahkan, Perwakilan keluarga akan menjemput almarhum di bandara dan membawa jenazah menuju rumah duka.
Ardika meninggal saat menjalani kontrak ketiga di kapal pesiar. Dugaan sementara, Ardika meninggal akibat serangan jantung saat kapal pesiar sedang berlayar. Jenazahnya kemudian dibawa ke pelabuhan setempat untuk dilakukan pemeriksaan.
Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Jembrana turut berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi pemulangan jenazah Ardika dari Miami, Amerika Serikat.
"Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban dan pihak agen penempatan tenaga kerja. Jenazah akan diterbangkan ke Indonesia dan diperkirakan tiba di Bali pada Jumat malam," ujar Kepala Bidang Penempatan Pelatihan Produktivitas dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Jembrana, Putu Agus Arimbawa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5899 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4627 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan