Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Koalisi Gembrong ARB-Jokowi Terancam Bubar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) dan Capres PDI Perjuangan Joko Widodo Selasa (13/5/2014) petang tidak dapat dimaknai sebagai koalisi. Karena sejatinya, situasi politik masih cair hingga penutupan pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Tanthowi Yahya menegaskan pertemuan ARB dan Jokowi di Pasar Gembrong, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/5/2014) petang tidak bisa dimaknai sebagai dukungan Partai Golkar kepada Jokowi. "Semua masih cair. Cuma komunikasi dengan PDI Perjuangan semakin mengerucut," ujar Tanthowi di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (14/5/2014).
Terlebih, kata Tanthowi, Ketua Umum Partai Golkar tidak bisa membuat sikap sendiri. Karena keputusan resmi Partai Golkar harus dikomunikasikan dengan pemilik partai. "Harus dikomunikasikan dengan pemilik partai (pengurus DPD, red)," tegas Tanthowi.
Ia menegaskan rencana koalisi yang dibangun Partai Golkar dengan Jokowi atau PDI Perjuangan berbasis koalisi partai bukan capres/cawapres. "Bahwa nanti cawapres dari Partai Golkar, itu pertalian. Koalisi akan utuh dan terjalin," tukas anggota Komisi I DPR RI ini.
Sementara Ketua DPP Partai Gokkar Priyo Budi Santoso mengatakan dukungan Partai Golkar kepada Jokowi harus memberi manfaat bagi partai. Posisi capres/cawapres mesti didapat partai berlambang beringin. "Kalau tidak, lebih baik tak usah berkoalisi," ujar Priyo serius.
Priyo yang sebelumnya mewacanakan evaluasi pencapresan ARB kini berubah pandagan. Ia menegaskan hingga saat ini posisi ARB masih sebagai capres Partai Golkar. Ia menggarisbawahi agar Partai Golkar tidak dipandang sebelah mata oleh partai lain. "Enak saja didukung kemudian Golkar nggak dipandang capres atau cawapres," cetus Wakil Ketua DPR RI ini.
Soal koalisi Gembrong yang masih cair ini juga terkonfirmasi dengan pernyataan Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo yang menegaskan Partai Golkar belum menyatakan dukungannya kepada Jokowi sebagai capres.
"Tanya Pak Ical, jangan saya (soal koalisi). Sinyalnya tidak ada ke saya. Dia hanya ketemu dengan Pak Jokowi," ujar Tjahjo di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2014).
Apakah Partai Golkar akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, menurut Tjahjo semua tergantung kepada Partai Golkar. Hanya saja, menurut Tjahjo partainya terbuka dengan partai politik manapun tidak terkecuali Partai Golkar.
Usai mencuatnya koalisi gembrong, kini wacana mencuat tentang rencana koalisi Partai Golkar dan Partai Demokrat. Pertemuan ARB dan SBY di Istana Negara Rabu (14/5/2014) siang bisa saja memunculkan hal baru terkait dengan pilpres 2014 mendatang. Nama Sultan HB X yang sejak awal pekan ini santer terdengar, disebut akan dimunculkan dalam koalisi PG-PD.
Jika ini terjadi, Koalisi Gembrong bakal bubar di tengah pasar.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4621 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan