Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Masa Pandemi, Tabanan Waspada Ketersediaan Bawang dan Cabai
BERITABALI.COM, TABANAN.
Ketersediaan pangan secara umum untuk di kabupaten Tabanan dalam kondisi aman. Namun, ada sejumlah komoditas yang pemenuhan kebutuhannya harus mendapat perhatian khusus yakni bawang dan cabai.
Pasalnya, selama ini Bali khususnya Tabanan masih mengandalkan pasokan dari daerah luar yang kini relatif kecil, lantaran banyaknya bencana alam yang terjadi di sentra-sentra penghasil komoditas bawang dan cabai.
Plt Kabid Perkebunan, I Gusti Wiadnyana mengatakan, berbicara soal ketahanan pangan di masa pandemi saat ini, khususnya yang paling utama adalah ketersediaan beras dirasa masih sangat aman. Apalagi dibulan Maret-April diperkirakan panen raya di beberapa subak di Tabanan, dengan asumsi produktivitas mencapai 65-75 ribu ton dengan luas tanam saat ini sekitar 13-15 ribu hektar.
“Produktivitas kita anggap paling kecil sekitar 5 ton per hektar, karena cuaca tidak bersahabat dan adanya serangan tikus, relatif masih aman,” terangnya, Minggu (28/2).
Hanya saja yang perlu diwaspadai kedepannya, lanjut kata Wiadnyana yakni pemenuhan komoditas hortikultura seperti bawang dan cabai. Dimana dilihat dari data luas tanam cabai untuk Tabanan yang sentranya ada di kecamatan Marga, Baturiti dan Penebel, populasinya tidak terlalu tinggi lantaran petani menghindari masa tanam cabai di bulan ini karena ongkos produksi kecendrungan naik akibat potensi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
“Kalaupun ada petani yang berupaya menanam cabai, kecendrungan ongkos produksi naik karena biaya pengendalian OPT (hama) cukup tinggi. Ini yang menyebabkan harga di pasaran merangkak naik, karena pasokan lokal tidak bisa memenuhi pasar, satu sisi pasokan dari luar Bali terutama sentra cabai di Jawa terhambat karena bencana banjir,” ucapnya.
Tak hanya cabai, komoditi bawang juga mengalami sedikit hambatan lantaran sentra bawang merah dan bawang putih seperti NTB, Lombok Tengah dan Barat pasokannya sedikit berkurang. Dimana untuk bawang, Tabanan sendiri baru akan mulai pengembangan dan baru masuk masa tanam di bulan Maret di wilayah Kediri dan Marga. Karena setelah panen padi kecendrungan petani baru mulai menanam bawang.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5371 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3446 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2273 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1062 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan